PAMIT BERANGKAT : Empat dari enam mahasiswa Prodi Arsitektur, FT UBL didampingi dua dosen. Pamitan berangkat ke Rektor di Gedung D (Rektorat), Kampus A, Drs.H. RM. Barusman UBL, Selasa (7/2/2017). Mereka duta UBL dan Lampung, ke UK-SERP, Universitas Kitakyushu, Jepang, 15 Februari-1 Maret 2017. (Dok Foto DHS/BMHK UBL).

Kesuksesan di tiga angkatan sebelumnya bahkan bisa meraih juara II untuk lomba riset kota Kitakyushu secara pergrup. Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali mengirimkan enam mahasiswanya ke program student exchange yang bertajuk University of Kitakyushu Student Exchange and Research Program (UK-SERP) di Universitas Kitakyushu, Jepang.

Empat mahasiswa lainnya, Adni Juliansyah, Valian Putra Sayoga, Rosmini Sofia, dan Sunan Alqo semua semester 7), resmi dilepas Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA, di Gedung D (Rektorat), Kampus Drs. H. RM. Barusman, Selasa (7/2/2017). Guna mengikuti program  International Workshop and Conference selama dua minggu, mulai (15-2) hingga  (1/3) mendatang.

Kegiatan tersebut, turut menyertakan Dekan Dr. Eng. Fritz Akhmad Nuzir, S.T., M.A. dan Dosen FT Ardiansyah, S.T., M.T. Dekan FT berharap dengan pelepasan rektor, tidak hanya ada bentuk pemberian perhatian tetapi dapat memacu motivasi para mahasiswa agar berbuat lebih melalui berbagai program yang ada termasuk untuk lebih dikembangkan lagi. “Kita (UBL) berharap konsep student exchange ini, kedepan agar dapat diikuti tidak hanya di prodi arsitektur. Diharapkan, bisa mendapat kuota tambahan dan mengikutsertakan prodi dan fakultas lain. Saat ini masih perlu digodok lagi, dengan join kerjasama bertahap,” Akunya.

Fritz menyebut empat mahasiswa Arsitektur UBL terlibat dalam Join Workshop and Conference, yang programnya disesuaikan dan didampingi berbagai dosen baik dari Universitas Kitakyushu, seperti Prof. Bart Dewancker, Prof. Hiroatsu Fukuda, Prof. Weijun Gao, maupun para dosen UBL seperti dirinya, Haris Murwadi, S.T., M.T. dan Ilham Malik S.T., M.T.

Fritz merasa yakin, para duta UBL ini mampu berkontribusi lebih. Karena sudah dibekali dengan pelatihan-pelatihan hingga mengikuti workshop pendidikan hijau, tingkat nasional, di Bandung Jawa Barat. Fritz berharap, agar tiap kegiatan diikuti secara optimal. Termasuk mengambil manfaat ilmu, teknik pembelajaran, aplikasi karya, keadaan masyarakat hingga pengalaman hidup diluar negeri.

 Sedangkan, Rektor UBL mengaku keikutsertaan enam mahasiswa dan dua dosen Arsitektur UBL dalam SSE AILCD di Universitas Kitakyushu, Jepang, selalu diikuti dengan performa dan prestasi baik. Bahkan, selalu meraih predikat juara dalam berbagai kategori lomba. “Terlebih, tidak banyak kampus dari Indonesia yang terlibat. Selain UBL, ada ITB dan UPI, keduanya dari Bandung. Kita (UBL) sangat bangga, karena pengiriman terus berlanjut. Tentu, ditahun berikut, tidak hanya jumlah lebih banyak, tapi beragam prodi dan fakultas UBL ikut terlibat,” Harapnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan