radio-receiver

Sahabat ROTASI pasti sudah tahu tentang radio. Ya, radio merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi (gelombang elktomagnetik) yang merambat melalui udara dan juga biasa merambat melalui hampa udara atau angkasa karena tidak memerlukan media pengangkut seperti molekul udara. Radio awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio.

            Ternyata, radio sendiri di temukan dengan cara yang tidak singkat. Mulai dari penemuan teori induksi oleh Joseph Henry dan Michael Faraday, penemuan dasar rambat gelombang elektromagnetik oleh James Clerk Maxwell, kemudian pada tahun 1878 David E. Huges adalah orang yang pertama kali mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika ia menemukan kesinambungan induksinya menyebabkan gangguan telepon buatannya. Teori Maxwell tersebut dibuktikan melalui eksperimen oleh fisikawan Jerman yaitu Heinrich Hertz bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang yang dapat di formulasikan ke persamaan yang di sebut dengan persamaan gelombang. Namun, ternyata penemu dari radio sendiri ialah Guglielmo Marconi pada tahun 1895 yang berhasil mengirim sinyal komunikasi radio dengan gelombang elktromagnetik seajuh 1,5 km. Pada tahun 1901, sinyal dari perangkat radio Marconi, mampu melintasi samudra Atlantik dari Inggris ke Newfoundland. Dari sanalah dunia inovasi mencatat bahwa Guglielmo Marconi sebagai penemu Radio. Ya, walaupun banyak orang di balik penemuan tersebut.

            Masyarakat Indonesia mulai mengenal radio pada tahun 1925 yang di bawa oleh pemerintahan Hindia Belanda yang dinamakan BRV (Bataviasche Radio Vereenging) untuk urusan propagandan perusahaan dan perdaganngan, karena rakyat Indonesia yang tidak mau kalah maka para pemuda Indonesia mendirikan radio dengan nama SRV (Solosche Radio Vereenging) untuk tujuan penyiaran program seni budaya dan perjuangan bangsa Indonesia.

            Radio pernah menjadi primadona, namun beberapa tahun yang lalu memang bisa di dikatakan radio mati suri dan seiring perkembangan zaman yang semakin canggih, seperti siaran televisi dan gadget yang cenderung lebih mudah di terima oleh masyarakat Indonesia, namun masih banyak yang tetap setia dengan siaran-siaran radio. Tapi, karena kecanggihan teknologi yang telah di kembangkan saat ini, radio dapat dinikmati melalui smartphone yang dimiliki melalui aplikasi dalam smarthphone yang dimiliki banyak kalangan. Sehingga zaman sekarang banyak kalangan muda yang mulai banyak menikmati siaran-siaran radio. Mendengarkan radio dapat dinikmati ketika waktu senggang di perjalanan ataupun saat santai. Jadi, mulai sekarang biasakan diri kita untuk mendengarkan radio ya sahabat, karena banyak banget loh informasi-informasi terbaru yang bisa di siarkan melalui radio. (MJ/ed:DN)

 

iklan