penjara11

Mendung itu samarkan segenap penglihatan

Tertaih-tatih mencoba tegap merengkuh

Merengkuh segenap gelap dan hempaskan

Lontarkan senyum jiwa semakin angkuh

Keluh yang berkelap-kelip di kening berantakan

Seiring gerimis tangis kan meluruh

Dan terjatuh!

Terjatuh!

 

Diam mengiris penuh riuh

Tak dengarkaah disela simpuh?

Saatterjatuh!

Suara lirih telah bergantisalakan

Sempat payung-payung kami berubah

Gagang nya pelatuk senapan

Kami lihat

 

Apakah kami, ataukah kau yang berulah

Bosan sudah hidup bebas tapi dipenjarakan

Lindungi kamu, bukan takut kami

Lindungi kami, bukan perbudak kami

Kami bukan binatang!

Tapi gagang payung itu bertindak

Seolah meghujam budak

Terpaksa mandi darah

Bersimbah ludira tanpa kasih tercurah

Terus megalir

Tertawa getir

Tetap tak puas!

 

Matanya membelalak dipenuhi emosi

Tangan mengepal penuh geram

Jiwa angkuh telah kalah

Wajah beringas tak henti dendam

Lihatlah!

Lihatsebuah takdir merangsang

Terbujur kaku rasa yang tegak

Ubun-ubun tak lagi bergerak

Matanya lelah, tangan menengadah

 

Tak tahukah

Tawanya dulu pelipur lara

Senyumnya semangat didada

Ucapnya tegas berselempang tembaga

Kini dikelilingi gagak-gagak

Jadi mayat yang nelangsa

Darah segarnya kau tenggak

Lalu kau telan cita-citanya

 

Itu kau!

Payung-payung bergagang pelatuk senapan

Kaum lalai dari hati nurani

Tiang-tiang kokoh tenggelam dalam lumpur

Di kedalaman halimun

Tak sadarkah

Otak setan!

Setan yang berwujud

 

(DN) September, 19/2013

iklan