Laguna Teluk Kiluan

Fajar yang hampir menampakkan sinar terangnya di cakrawala menandakan matahari yang kian menunjukkan cahayanya. Kala itu, jam dinding masih menunjukan pukul 4 pagi. Dari kejauhan telah terlihat pemuda yang sibuk mempersiapkan berbagai macam barang dan perbekalan yang akan dibawa di dalam tas ranselnya. Sosok pemuda ini adalah Thomas biasa ia akrab disapa. Thomas sangat bersemangat untuk mengeksplorasi keindahan alam di Provinsi Lampung. Salah satu destinasi favorit yang ingin dijelajah adalah Pulan Kiluan. Perjalanan pun diawalinya dari pukul 6 pagi bersama dua orang temannya. Jarak yang mencapai 73 kilometer pun bukan menjadi kendala ia untuk sampai di lokasi wisata ini. Waktu tempuh yang cukup lama 3,5 jam akan terbayar oleh keindahan panorama yang terdapat disana. Teluk Kiluan selain terkenal akan lumba-lumba hidung botolnya memiliki sebuah panorama lain, yakni lagunanya.

Untuk mencapai laguna, Thomas dan dua orang temannya harus menyeberang menggunakan perahu kecil. Perahu ini pun sudah disediakan oleh warga sekitar bagi para wisatawan yang ingin menuju Pulau Kiluan. “Kalau mau ke laguna, harus menyebrangi pulau ini. Kemudian sampai diseberang sana, masih harus mendaki gunung itu, baru sampai di laguna,” Terang Ibu Sumi, salah satu penduduk pulau disana.

Semangat untuk melihat keindahan alam setelah melalui perjalanan nan panjang dan melalui jalanan yang cukup terjal dan curam pun terbayarkan. Penyebrangan menuju Pulau Kiluan pun dilalui dengan canda dan tawa oleh Thomas, dua temannya dan tour guide yang selalu berbagi kisah dan cerita mengenai Pulau Kiluan ini di sepanjang perjalanan. Tanpa terasa 15 menit telah berlalu dan Pulau Kiluan telah menyambut dengan hamparan pasir putihnya yang memanjakan mata. Thomas dan dua temannya pun melanjutkan perjalanan menuju sebuah laguna. Setapak demi setapak langkah kaki dilalui Thomas dan dua temanya. Melalui sebuah tebing nan curam, Thomas dan dua temannya bersiap untuk melakukan pendakian nan melelahkan untuk mencapai laguna. “Mendaki gunung merupakan hal biasa ketika masih SMA, setidaknya saya bisa membantu memandu teman – teman saya saat mendaki gunung,” Ujar Thomas.

Pendakian ini yang dilakukan oleh Thomas dan dua temannya terasa begitu menyenangkan, suasana asri dan kicauan burung-burung seperti menjadi penghapus dahaga dan lelah selama perjalanan. Tak terasa 20 menit telah berlalu dan Thomas telah sampai di tempat yang ingin dituju olehnya. Hamparan laguna nan jernih yang memiliki kedalaman 190 cm mampu membayar lelah Thomas dan dua temannya setelah menempuh perjalanan jauh selama 7 jam.“Perjalanan spektakuler seperti ini, rasanya jadi ingin kembali lagi kesana,” Ungkapnya. (Rep. RM/Ed. AX)

iklan