220787_rapat-paripurna-dpr-_663_382

(Oleh : Olvina)

Pesta demokrasi yang diadakan setiap lima tahun sekali selalu mendapat apresiasi yang tinggi terutama dari para calonnya. Tapi tidak demikian dengan para pemilih awam yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya. Bukannya mereka malas datang ke tempat pemilihan umum untuk sekedar mencoblos nama dari beberapa kandidat. Mereka cenderung tidak mengenal siapa calon yang akan mereka pilih. Apalagi banyaknya spanduk promosi yang ditempel sepanjang jalan oleh tim sukses dengan wajah-wajah berbeda dari setiap partai membuat pemilih pemula menjadi bingung.

Jika ditinjau dari segi tersebut memang membuat kita sebagai orang yang masih awam dengan politik menjadi malas. Terlebih lagi pemberitaan-pemberitaan di media yang banyak membahas kasus pejabat-pejabat tinggi negara merugikan rakyat semakin membuat kita malas untuk memilih. Takut kejadian yang sama terulang lagi atau mungkin lebih parah. Bahkan ada beberapa orang yang berencana mencoret sendiri jari kelingkingnya sebagai tanda bahwa ia sudah memilih padahal berpikir untuk memilih siapa saja tidak pernah.

Memang, Golput juga merupakan hak kita, namun sangat disayangkan apabila setiap pemilih pemula beranggapan seperti itu. Menurut Presstalk, sebagaimana dilansir dari Kompasiana biaya Pemilu di Indonesia terbilang paling mahal di dunia, karena untuk pengamanannya saja dengan biaya sebesar Rp 3,6 triliun, polisi masih merasa kurang sekitar 700 milyar. Bayangkan banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh masyarakat Indonesia untuk membayar pajak. Sedangkan, uang tersebut dikeluarkan itu hanya untuk membiayai pemilu. Bukankah sayang apabila kita tidak mengikuti pemilihan yang dibiayai oleh kita sendiri?

Lebih baik kita memilih wajah yang 100% baru ketimbang caleg yang sudah pernah menjabat sebelumnya untuk memberi kesempatan warga negara lain yang ingin menduduki kursi legislatif sehingga tercipta regenerasi. Saya cukup setuju dengan saran tersebut mengingat beberapa kasus yang diberitakan media terkait anggota legislatif yang sekarang. Perlu diperhatikan juga ketika kita menentukan siapa yang akan kita pilih, kita harus mengetahui juga track record para calon di luar dunia politik. Dengan begitu akan membuat kita semakin yakin terhadap calon legislatif yang akan kita pilih nanti sehingga tidak menimbulkan penyesalan dibelakang. (OV/ed: AJ)

iklan