JUARA : Kadiv Teater UKM-BS UBL, Joko Santoso berhasil juara I Tingkat Nasional, setelah membawakan peran ‘Alimin’ dengan judul ‘Aeng’ di Lomba Teater Monolog ‘Drama Kalafest’ di London School, Jakarta, 23-25 Februari 2017 lalu. (Dok. Foto Joko Santoso/BMHK UBL).
JUARA : Kadiv Teater UKM-BS UBL, Joko Santoso berhasil juara I Tingkat Nasional, setelah membawakan peran ‘Alimin’ dengan judul ‘Aeng’ di Lomba Teater Monolog ‘Drama Kalafest’ di London School, Jakarta, 23-25 Februari 2017 lalu. (Dok. Foto Joko Santoso/BMHK UBL).

Prestasi dalam bidang akademik yang sangat membanggakan kampus Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali berhasil direngkuh. Kali ini, Unit Kegiatan Mahasiswa-Bahasa dan Seni (UKM-BS) UBL melalui Joko Santoso berhasil menjadi juara I Tingkat Nasional Lomba Teater Monolog Drama Kalafest, di London School, Jakarta, Rabu (23/2) hingga (25/2) lalu.

Prestasi ini berhasil menegaskan hagemoni Joko sebagai Monologer Terbaik di Ranah Nasional. Hal itu Ditegaskan Joko, di Aula Gedung F, Kampus Drs. H. RM. Barusman, Kamis (15/4) lalu. Joko memperoleh predikat kampiun diajang itu, setelah mengalahkan 30 kontestan lain dibidang monolog dari berbagai daerah. Meski hanya berkecimpung dibidang monolog tetapi Joko tambahkan, untuk persaingan dibidang drama pendek, juga tak kalah sengit dengan 20 peserta.“Keberhasilan ini terasa istimewa,karena saya mewakili tiga nama sekaligus, yakni kampus (UBL), daerah (Provinsi Lampung) dan teater naungan (Carpediem),” Imbuhnya bangga.

Rasa Bangga akan prestasi yang dibuat oleh mahasiswanya ini terutama di UKM-BS UBL membuat pembina UKM ini, Reca Ayu Hapsari, S.H., M.H., menyanjung pencapaian prestasi yang dbuat oleh Joko hingga mengharumkan nama Kampus UBL, Provinsi Lampung dan UKM-BS tentunya. Prestasi ini berhasil menjadi acuan untuk memotivasi generasi-generasi muda di UKM-BS untuk bisa menyamai bahkan melampaui prestasi yang telah diukir Joko.

“Keyakinan saya semakin bulat, setelah menyaksikan sendiri latihan dan sering mengobrol (tukar pikiran) bersama dia. Saya dan rekan-rekannya di UKM-BS hanya bisa memberikan masukan, saran dan penguatan tekad, bahwa berkompetisi jangan didasari faktor juara. Tapi, harus mampu berkiprah maksimal, karena membawa nama kampus (UBL) dijenjang nasional,” Ujarnya. (Rep. BMHK/Ed. Red)

iklan