Saya mencoba mengingat kembali memori masa kanak-kanak kala TV merupakan sarana hiburan yang paling menarik kala itu di era tahun 90-an. Banyak program-program TV yang menarik, menghibur, dan mendidik juga. Juga kala itu memiliki sebuah TV di rumah merupakan salah satu hal yang istimewa. Sewaktu di SD keluarga kami tergolong pas-pas an sehingga TV bukanlah barang yang kami perlukan, sehingga untuk menonton TV saya harus menumpang di rumah tetangga dan teman.

Tinggal di luar negeri dimana untuk akses jaringan telivisi harus membayar biaya yang tidak murah maka kami memutuskan untuk tidak menggunakan uang untuk membayar layanan TV yang kira-kira paling murah $15/bulan, dan tentunya akan lebih mahal lagi untuk program-program tambahan seperti olahraga (Sepak Bola misalnya) dan film yang bisa mencapai $30-an per bulan. Daripada membelanjakan uang untuk nonton TV mending pakai untuk bayar tagihan internet yang juga cukup mahal namun sebanding dengan kualitas.  Akhirnya kami terbiasa hidup tanpa menonton TV, tidak berarti 100 persen tidak nonton TV, namun bisa dihitung berapa kali kami nonton TV misalnya untuk pertandingan olahraga maka kami akan main ke rumah teman untuk numpang nonton. Sedangkan untuk hiburan, bisa pinjam koleksi DVD di perpustakaan umum atau persewaan DVD. Menikmati hidup tanpa menonton TV rupanya bisa juga saya jalani.

KOMPASIANA  13 January 2013 | 11:20 | Gustimberkahi

iklan