images (3)

Tepat pada tanggal 1 Mei, diseluruh pelosok dunia memperingati hari Buruh dengan menggelar aksi yang memperjuangkan hak-haknya  sebagai buruh. Sampai saat ini, buruh masih dianggap sebagai budak. Indonesia sendiri sebagai salah satu negara bekas jajahan alias negara kolonial menjadikan hal ini sebagai salah satu point yang wajib diperjuangkan oleh para buruh

Sehari setelah peringatan hari buruh, tanggal 2 Mei jatuh sebagai Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tahunnya oleh bangsa Indonesia dengan menggelar berbagai kegiatan. Dimulai dari mengadakan upacara di sekolah, perlombaan antar siswa dan berbagai kegiatan lain yang memotivasi para siswa, guru, dan semua warga Indonesia meningkatkan minat dan kreativitas dalam dunia pendidikan. Memperingati Hari Pendidikan Nasional hendak memperingatkan kita mengenai suatu hal, yaitu substansi pendidikan bagi suatu bangsa.

Saat ini pendidikan Indonesia dalam tahap yang rumit dikarenakan adanya perubahan seperti perubahan model UN yang diberlakukan sejak tahun ini. Hal tersebut membuat para siswa dan guru khawatir dan lebih kritis menghadapi UN. Selain itu, adanya perencanaan perubahan kurikulum yang juga akan diberlakukan sejak tahun ini.

Di era globalisasi ini, kecanggihan teknologi juga semakin berpengaruh dalam dunia pendidikan terutama di Indonesia. Dampak positif bagi warga Indonesia khususnya kalangan terpelajar dapat mempermudah dalam mengakses berbagai situs pendidikan, memudahkan dalam proses belajar dan meningkatkan kreativitas. Sementara, dampak negativenya adalah perubahan karakter bangsa itu sendiri, seperti individualis dan kurang bersosialisasi. Dari hasil penelitian para ahli, hal tersebut juga dapat mengakibatkan penyakit seperti autis.

Sehari setelah Hari Pendidikan Nasional, tepat pada tanggal 3 Mei, para insan pers memperingati Hari  Kebebasan Pers. Salah satu kaum pers yang sangat menentang perbudakan adalah Semaoen dengan menulis opininya pada edisi tanggal 7 September 1918, “Kaum boeroeh mendapat belandja moerah-moerahan sebab terpaksa; harga barang-barang keperloean hidup selaloe naik-naik sadja; pemerintah menambahi padjeg-padjegnya rakjat.  Rakjat tambah miskin, kaoem oeang Belanda tambah kaja.”

Saat ini, Indonesia mulai mengibarkan kemerdekaan, namun apa yang dicita-citakan masih jauh dari yang diharapkan. Buruh masih menjadi kelompok terasing yang sering dilalaikan, sedangkan dunia pendidikan belum mampu membawa bangsa ini terbebas dari krisis korupsi. Faktanya, korupsi semakin menggila dengan aksi liciknya. Pers semakin terjerumus pada kapitalisasi dan politisasi media. Oleh sebab itu, tanggal 1 Mei, 2 Mei, dan 3 Mei menjadi moment yang sangat penting dan bersejarah. Sudah seharusnya Indonesia mampu menciptakan sejarah gemilang dan membawa Indonesia bahagia dengan kesejahtersaan dan kemakmuran rakyat. (rp: PM dan SC./ed: UI dan RN)

Sumber foto mei day: disnakertrans.jabarprov.go.id

iklan