GUGAH KEPEDULIAN : Anggota UKM Mapala UBL Waka Pullan Tuha menggugah kepedulian para mahasiswa UBL  dalam aksi penggalangan dana kemanusiaan gempa bumi Aceh, di kantin Kampus Drs. H. RM. Barusman, Kamis (8-12). (Dok.Foto BMHK).
GUGAH KEPEDULIAN : Anggota UKM Mapala UBL Waka Pullan Tuha menggugah kepedulian para mahasiswa UBL dalam aksi penggalangan dana kemanusiaan gempa bumi Aceh, di kantin Kampus Drs. H. RM. Barusman, Kamis (8-12). (Dok.Foto BMHK).

Solidaritas sesama bangsa dan sebagai bentuk kepedulian kepada para korban bencana alam, gempa bumi 6,5 skala Ritcher (SR) yang menimpa Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (7-12) lalu. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Universitas Bandar Lampung (UBL) Waka Pullan Tuha melaksanakan aksi penggalangan dana kemanusiaan diberbagai tempat strategis, dimulai di Kampus Drs.H. RM. Barusman.

Operator Aksi Penggalangan Dana, Handi Wijaya, menyebut langkah penggalangan dana kemanusiaan ini, salah satu bentuk program kerja rutin UKM Mapala UBL, setelah terjadi bencana alam.  Selain itu, langkah ini bentuk pengimplementasian dalam menolong sesama, apalagi hubungannya dengan masyarakat luas.

“Dana terkumpul ini, akan kami serahkan kepada Pusat Koordinasi Daerah (PKD) UKM Mapala se-Lampung. Setelah dana kemanusiaan terkumpul semua dari tiap UKM (Mapala) perkampus, lalu dikirimkan langsung ke Aceh.Terutama, dititik sentral tempat lokasi yang mengalami (dampak) kerusakan cukup parah,” Jelasnya di kantin, Kamis (8-12) lalu.

.Anggota Divisi Kemanusiaan UKM Mapala UBL ini berujar, pengumpulan dana maupun jenis lainnya sudah dijalankan UKM Mapala UBL, seperti diperhelatan pengumpulan dana kemanusiaan, diberbagai jenis bencana alam sebelumnya.“Seperti pada bencana alam longsor, di Jawa Barat. Tak hanya di UBL, dan beberapa tempat di Kota Bandar Lampung. Aksi pengumpulan sumbangan bencana ini, dilakukan di Kota Metro,”ucapnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pengawas UKM Mapala UBL, Rifandy Ritonga, S.H., M.H., agar para mahasiswa di organisasi naungan kampus untuk aktif membantu korban bencana alam, tapi tidak memaksakan diri berangkat ke lokasi bencana.

“Mereka (para mahasiswa) harus fokus pada kewajiban utama, yakni dikegiatan akademik dulu (kuliah) tetapi, jika memungkinkan dilakukan pengiriman, kami akan terjunkan perwakilan anggota senior, yang direkomendasi pihak UKM bersama pihak Universiats, fakultas, prodi hingga biro-biro terkait dikampus,” Paparnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan