Mahasiswi Universitas Bandar Lampung Cahaya Pertiwi meraih juara 1 (berdiri, no empat dari kanan) berfoto bersama tim dan Profesor dalam Kejuaraan Desain Siswa Internasional The Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) ke-7 di Jepang, 16-26 Februari 2018 lalu. (Dok Foto. BMHK UBL)
Mahasiswi Universitas Bandar Lampung Cahaya Pertiwi meraih juara 1 (berdiri, no empat dari kanan) berfoto bersama tim dan Profesor dalam Kejuaraan Desain Siswa Internasional The Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) ke-7 di Jepang, 16-26 Februari 2018 lalu. (Dok Foto. BMHK UBL)

BandarLampung – Para mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali tunjukkan prestasi di kancah internasional. Kali ini, mahasiswi Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik (FT) UBL Cahaya Pratiwi bersama team internasionalnya, berhasil meraih Juara 1 pada program Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) International Workshop ke-7 dengan tema Low Carbon City Yahata. Kompetisi di selenggarakan di University of Kitakyushu, Jepang pada 16-26 Februari 2018 lalu. Kompetisi ini membahas masalah perkembangan masa depan wilayah Yahata, kompetisi tersebut meminta mahasiswa untuk merancang ulang dan membuat proposal untuk proyek perkotaan dengan karbon rendah di wilayah Yahata. Daerah Yahata adalah daerah yang masih dianggap bermasalah bagi kota Kitakyushu

Cahaya mengatakan bahwa kompetisi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya serta menjadi ajang untuk menambah pengetahuan “Kompetisi ini juga menjadi pengalaman paling berharga untuk saya, karena untuk mencapai tujuan yang sama dari bahasa dan budaya yang  jelas berbeda bukan suatu hal yang mudah. Kekeluargaan dan kenyamanan dalam tim menjadi hal utama yang harus dibangun dan dijaga utuk tetap berjalan pada tujuan kami. Tidak hanya berkompetisi kami juga belajar dari teman-teman dari berbagai negara tentang budaya dan cara berfikir mereka, sehingga dari kegiatan ini menambah presfektif dalam memandang sesuatu” Tegasnya.

Selain Cahaya Pertiwi, Kampus UBL pun turut mengirimkan Gusti Rianggono, Yunita Sari, Sultan Maulana, dan Randika Anky Wijaya dalam kompetisi ini dan keempatnya pun mendapatkan prestasi Honorable Mention (Juara Harapan). Menanggapi prestasi mahasiswanya tersebut, Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA mengaku mengapresiasi dan sangat bangga. Menurutnya, adanya indikator prestasi tersebut bersumber dari keberhasilan para sivitas akademika di Fakultas Teknik dan khususnya Program Studi Arsitektur UBL yang berhasil menjalankan budaya mutu dalam kultur kualitas dalam kegiatan akademik diinternal dan eksternal kampus. Termasuk, mampu mengaplikasikan tridarma perguruan tinggi dimanapun berada. “Kami berharap langkah ini juga diikuti mahasiswa lainnya. Karena dalam budaya pendidikan tinggi di UBL, yang dituntut (bagi sivitas akademika) adalah karya dan prestasi dalam berkontribusi (sesuai Tridarma Perguruan Tinggi),” Imbuhnya. (BMHKRTS)

iklan