mprri1

Demi menggelorakan kembali semangat para pemuda untuk menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di masa mendatang, telah memantapkan niat dari Ketua MPR RI Dr. (Hc.) Zulkifli Hasan, S.E.,M.M., untuk menjadikan para mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) sebagai duta penegak keutuhan NKRI. Hal itu dicetuskannya ketika Kuliah Umum bersama 660 mahasiswa program S1 di Aula Gedung M, Dra. Hj. Sri Hayati Barusman, pada Rabu (21-9) lalu.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri Anggota DPR-RI periode 2014-2019 Dapil Jawa Tengah I dari Fraksi Golkar Drs. H. A. Mujib Rohmat, Kapolda Lampung Brigjen. Pol. Dr. Ike Edwin, S.H., M.H.,M.M., Ketua Yayasan Administrasi Lampung (YAL) Dr. Andala Rama Putra Barusman, S.E.,MA.Ec., para Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, Sekprodi maupun para Dosen di 6 fakultas dan 12 program studi.

Menanggapi penganugrahan dari Ketua MPR RI, Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, M.B.A., mengatakan bahwa kampusnya siap mengemban amanah itu. “Kami mengapresiasi hal itu, ini suatu kehormatan bagi kami semua (sivitas akademika UBL),” Ucapnya.

Yusuf menambahkan kegiatan ini menjadi ajang pemberian nasihat dari tokoh nasional. Selain itu, diangkatnya judul kuliah umum yang sinergis dengan penunjukan duta itu menandakan ada bentuk keprihatinan semua dalam menyikapi dinamika global. Dalam suatu riset yang dilansir berdasarkan survey Fund For Peace (FFP) terkait Indeks Keringkihan Negara atau Fragile State Index. Indonesia memiliki indeks 74.9 masuk kedalam katagori elevated warning atau hampir berbahaya. Sedangkan negara yang paling stabil indeksnya yakni Finlandia 18.8 dan yang paling ringkih adalah Somalia dengan nilai 114.

Selain itu, dalam lingkup UBL juga senantiasa menjaga identitas kearifan lokal. Langkah ini dianggap mampu dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Identitas ini pula yang diselaraskan dengan gerakan pelopor 4 pilar kebangsaan yang digagas MPR RI.

Sedangkan, Zulkifli Hasan menyebut pihaknya selalu berupaya menegakkan keutuhan NKRI. Hal ini sudah dilakukan sejak era Ketua MPR sebelumnya, H. M. Taufiq Kiemas melalui konsensus implementasi penegakkan empat pilar kebangsaan MPR, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinekka Tunggal Ika.

Harus diakuinya, dalam suatu jajak pendapat peran negara dalam mengupayakan penegakkan NKRI masih melemah 91 persen. Begitupun peran masyarakatnya juga melemah dengan 96 persen. Untuk itu, Ketua MPR berharap peran para mahasiswa UBL sebagai penentu penjaga kedaulatan 4 pilar kebangsaan, terutama NKRI. “Kepentingan negara masih kalah dengan kepentingan pribadi. Peran pemuda perlu dioptimalkan menegakkan itu, jika tidak 50-100 tahun lagi NKRI dengan ke-Bhinekka-annya tidak ada lagi,” Akunya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan