GOLPUT-contreng1

Golput alias golongan putih memang sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Kata-kata ini sering terdengar saat-saat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu). Golput sendiri tak hanya sering ditemui pada masyarakat umum, tetapi golput juga kerap melanda kalangan mahasiswa.

Mahasiswa kerap menganggap bahwa, semua tipe calon pemimpin sama saja dan setelah terpilih pasti akan menomor sekiankan rakyat dan lebih memihak kepada kepentingan pribadi dan golongan. Hal tersebut terlihat sejak dimulainya pesta demokrasi sejak masa reformasi.

Menurut salah satu dosen Fisip Unsri, seperti yang dilansir dari okezone.com, pada pemilu 2009 angka golput mencapai 29,01 % dan kebanyakan hanyalah ikut-ikutan semata. Terkadang mereka tidak memikirkan dampak dari golput itu sendiri. Terlebih lagi pilihan itu menyangkut masa depan bangsa selama lima tahun kedepan.

Satu suara juga akan menentukan masa depan negara kita. Memang golput tidak ada sanksinya, dan mahasiswa yang kerap dicap sebagai kaum intelek yang sejatinya harus sudah bisa mengerti dan bisa memilih. Tetapi  Mengapa masih ada yang golput?

Padahal memilih adalah hak warga negara dan bukan suatu kewajiban, namun  tidak ada salahnya jika kita gunakan hak pilih kita, karena hak pilih kita menyangkut masa depan bangsa. (DN/ ed:AJ)

iklan