SIAP BERKOMPETISI : Dua Mahasiswa UBL, Gusti Rianggono (dua dari kiri bawah dan memakai almamater) dan Cahaya Pertiwi (tiga dari kiri atas dan menggunakan almamater) beserta peserta dari perwakilan empat negara, didampingi oleh Prof. Soichiro Kuroki, President of Asian Institute of Low Carbon Design, Prof Weijun Gao dan Prof Bart Dewancker dari The University of Kitakyushu berkumpul di Atelier 1 University of Kitakyushu, Senin (04/0/2017) lalu.
SIAP BERKOMPETISI : Dua Mahasiswa UBL, Gusti Rianggono (dua dari kiri bawah dan memakai almamater) dan Cahaya Pertiwi (tiga dari kiri atas dan menggunakan almamater) beserta peserta dari perwakilan empat negara, didampingi oleh Prof. Soichiro Kuroki, President of Asian Institute of Low Carbon Design, Prof Weijun Gao dan Prof Bart Dewancker dari The University of Kitakyushu berkumpul di Atelier 1 University of Kitakyushu, Senin (04/0/2017) lalu.

BANDARLAMPUNG (rotasinews.com) – Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali mengirimkan mahasiswa-mahasiswanya di Program University of Kitakyusu – Student Exchange and Research Program (UK-SERP) 2017. Student Exchange and Research Program yang diadakan selama enam bulan ini diikuti empat negara. Program tersebut dibuka di Atelier 1 University of Kitakyushu, Senin (04/0/2017) lalu. Pihak UBL mengirimkan mahasiswa-mahasiswa Arsitekturnya, yakni Gusti Rianggono dan Cahaya Pertiwi. Selama menempuh pendidikan di Jepang, kedua mahasiswa Arsitektur UBL akan didampingi oleh Prof. Soichiro Kuroki President of Asian Institute of Low Carbon Design, Prof Weijun Gao dan Prof Bart Dewancker dari The University of Kitakyushu. Agenda utama dari program ini adalah penelitian di laboratorium (Gao lab dan Fukuda Lab) bertujuan melakukan design competition dengan beranggotakan tim internasional dan penulisan jurnal yang akan di publish secara internasional. Selama kegiatan berlangsung diselenggarakan juga design class, special lecture dan cultural activities kemudian diakhiri dengan workshop serta konferensi internasional.

Sesi pembukaan program  tersebut mereka diajak untuk saling mengenalkan kampusnya masing-masing kepada masing-masing peserta lainnya. Pada sesi tersebut juga terdapat penjelasan mengenai kompetisi desain salah satu kawasan di Kitakyushu yang akan berlangsung selama dua bulan dan berakhir pada akhir Oktober mendatang. Tim desain diacak secara random agar dapat berkolaborasi dengan mahasiswa asing lainnya.

 Peserta UBL Batch 6 ini  sebelumnya telah mengikuti pembekalan Rektor UBL, Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA., di ruang kerja Rektor, Gedung D, Kampus Drs. H. RM. Barusman, Senin (14/8/2017) lalu bersama peserta UBL Batch 7, yakni Randika Anky Wijaya, Yunita Sari, dan Sultan Maulana yang akan berangkat Februari 2018 mendatang. (Rep. BMHK/Ed. RTS)

iklan