DIBEKALI REKTOR : Rektor UBL Dr. M. Yusuf S. Barusman,  MBA., (tengah biru) memberikan pembekalan dan motivasi langsung kepada para mahasiswa Arsitektur yang akan berkompetisi di UK-SERP Batch 6-7 pada Agustus 2017 dan Februari 2018 mendatang. (Dok. Foto BMHK UBL)
DIBEKALI REKTOR : Rektor UBL Dr. M. Yusuf S. Barusman, MBA., (tengah biru) memberikan pembekalan dan motivasi langsung kepada para mahasiswa Arsitektur yang akan berkompetisi di UK-SERP Batch 6-7 pada Agustus 2017 dan Februari 2018 mendatang. (Dok. Foto BMHK UBL)

BANDAR LAMPUNG (rotasinews.com) – Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali mengirimkan mahasiswanya untuk berkompetisi di ranah arsitektur melalui Program University of Kitakyushu-Student Exchange and Research Program (UK-SERP) Batch 6-7 di Universitas Kitakyushu, Jepang. Keberangkatan mahasiswa Arsitektur, Gusti Rianggono dan Cahaya Pertiwi (Batch 6) pada Jum’at (25/08/2017) mendatang akan mengikuti program internasional meriset dan re-design Distrik Kota Kitakyushu terpadu selama enam bulan sedangkan Randika Anky Wijaya, Yunita Sari dan Sultan Maulana (Batch 7) akan mengikuti program International Workshop and Conference selama dua pekan pada Februari 2018 mendatang. Seperti perwakilan mahasiswa-mahasiswa arsitektur yang mengikuti program ini tahun lalu, Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA., memberikan pembekalan langsung dan motivasi kepada

Rektor UBL mengatakan beban angkatan tahun ini cukup berat, karena harus mampu mempertahankan juara umum AILCD 2016. Untuk itu, para mahasiswa UK-SERP UBL harus mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan diri. Agar prestasi yang ditorehkan dari angkatan pertama hingga tahun lalu yang selalu bagus, terus dilanjutkan. “Prestasi tahun lalu (juara umum) sangat baik, kami (UBL) harap terulang lagi pada tahun ini. Kalian bisa belajar dari tiap (keberhasilan) itu. Meski, nanti kalian ditempatkan di beda tim, dengan para mahasiswa berbeda negara. Harus mampu berkompetisi secara sehat, tunjukkan kualitas sebagai mahasiswa UBL yang tidak kalah dengan kualitas mahasiswa negara lainnya, karena keberhasilan ditiap tim menentukan eksistensi pribadi, asal perguruan tinggi dan nama bangsa,” Imbuhnya.

Selain itu, Yusuf Barusman mengingatkan agar dari kegiatan UK-SERP ini para mahasiswa arsitektur UBL dapat belajar dari model sistem pembelajaran hingga nilai nilai kehidupan masyarakat setempat. “Budaya masyarakat Jepang, yang kuat dengan nilai kesempurnaan, pekerja keras, semangat tinggi, gairah hidup dan percaya diri menjadi pengalaman bagus, untuk diinternalisasikan ke dalam diri kalian, sehingga akan membawa dampak positif juga untuk masa depan kalian,”pintanya.

Sekretaris Prodi Arsitektur, Sofia Islamiah Ishar, S.T., M.T. berharap dengan terus diadakannya UK-SERP UBL, berdampak positif bagi para mahasiswa, komunitas dan masyarakat yakni memberikan pengaruh, motivasi, dan keberhasilan, dari rencana dari diri sendiri. Hasil dari aplikasi seminar, experience sharing, hingga blog dan social media bersama. “Harapannya mereka menjadi role model dengan tidak hanya berkompetisi menjadi pemenang. Target lain mulai tahun ini akan ada (perdana) mahasiswa UK-SERP ini mendapat beasiswa lanjut studi S2 disana,” Jelasnya. (Rep. BMHK/ED. RTS)

iklan