img_1328

Pembagian jas almamater pada Selasa (13-9) kemarin, merupakan momen penting bagi para mahasiswa baru (maba) Universitas Bandar Lampung (UBL) tahun 2016. Pembagian jas almamater ini menandakan maba telah dinyatakan resmi menjadi mahasiswa dan mahasiswi UBL.

Pada kesempatan ini, Koordinator Panitia Pembagian jas Almamater UBL, Ir. Indriati Agustina Gultom, M.M., menjelaskan pihak petugas pembagian jas itu telah melakukan tugasnya dengan baik sebelum dan setelah pemberian jas almamater.

“Tim (panitia) sudah melakukan dengan menseleksi nama-nama didahulukan, mensortir ukuran agar pas, hingga mensosialisasikan melalui media massa yang ada. Setelah itu, akan dievaluasi lagi baik persoalan teknis dan non teknis dari pelaksanaan digelombang pertama ini, buat ditahap berikutnya,” Akunya.

Tak hanya itu, indri menambahkan timnya sudah memberlakukan regulasi pembagian jas almamter agar mengakomodir kepentingan para maba.

“Terpenting pola pembagian jasnya diatur sedemikian rupa agar petugas yang membagikan dan semua pihak (maba) yang berkepentingan, terakomodir dengan baik. Regulasi yang diberlakukan ini, tentunya juga memperhitungkan percepatan proses, efisiensi dan dampak kerjanya,” Jelasnya.

Sementara itu, salah satu maba Program Studi Ilmu Komunikasi UBL angkatan 2016, Dinda Prawisdi Putri menegaskan pentingnya jas alamater tak hanya sebagai simbol identitas tetapi kebanggan menjadi mahasiswa UBL.

“Dengan memiliki jaket almamater seorang mahasiswa telah berhasil menunjukkan siapa jati diri dan tempat ia studi. Jas almamater mahasiswa akan menjadi identitas yang berharga bagi mahasiswa saat masih melakukan studi, karena akan menjadi monumen kenangan tak terlupakan bagi seorang yang telah berhasil masuk kuliah hingga menyelesaikan studi di sebuah Perguruan Tinggi,” Cetusnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan