ppk1

Program Pengenalan Kampus (PPK) Universitas Bandar Lampung (UBL) 2016 di hari pertama yang diisi oleh Rektor UBL dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigjen Pol. Dr. Ike  Edwin, S.H.,M.H., M.M., berisi pesan untuk mengajak para peserta PPK UBL dalam membentuk kesadaran berkeberagaman sosial.

Dihadapan 3000 peserta PPK UBL yang dilangsungkan di Convention Hall (GSG) UBL Kampus Dra.Hj. Sri Hayati Barusman. Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, M.B.A., menjelaskan sebenarnya kondisi keberagaman sosial dilingkup UBL yang terlihat dari penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi di UBL secara stimultan. Kegiatan PPK UBL 2016 di hari pertama ini turut dihadiri para Wakil Rektor, Dekan dan Sekretaris Fakultas di 6 Fakultas, 12 Kepala Program Studi dan Sekretaris Program, Kepala Laboratorium, Kepala Biro, Kepala LPPM, Kepala LPSM, Kepala UPT hingga panitia lokal (panlok) dari sivitas akademika UBL.

Yusuf Barusman menjelaskan bahwa keseberagaman sosial di UBL tidak hanya menyentuh unsur akademik tetapi juga non akademik. Diakuinya, hal itu juga terjabarkan dalam kuliah Umum Kapolda Lampung yang juga mengangkat hal serupa. Melalui kuliah umum itu ada ilmu, petuah, pembelajaran dan pengalaman berharga dari orang nomor satu di kepolisian Lampung itu.

Selain itu, para peserta PPK diharapkan dapat menyaring dan mengimplementasikan pemaparan berisi ilmu hingga pengalaman Kapolda dalam menjaga proses keberagaman sosial di Provinsi Lampung ini. Terlebih, Lampung yang didalamnya sebagai miniatur Indonesia, memilki keberagaman suku bangsa, agama dan ras.

“Indonesia tercatat memiliki 700 bahasa lokal. Di Lampung pun sangat variatif tetapi untuk menjaga tetap bersatu, perlu pemahaman dan saling pengertian. Karena salah satu pendorong terjadinya peradaban, adanya interaksi antar budaya, suku, dan bangsa dalam wadah negara,” Katanya.

Sedangkan, Kapolda Lampung dalam kuliah umumnya sepakat dengan Rektor UBL dalam membangun kesadaran dan pemahaman keberagaman sosial para peserta PPK UBL 2016. Dengan kembali mengingat semangat dan petuah kebangsaan Presiden pertama RI, Soekarno yang menjadikannya tidak hanya founding fathers tetapi tokoh pemuda dijamannya.

Untuk implementasi membangun kesadaran keberagaman sosial di Lampung, Polda Lampung bersama UBL sudah merintis kerjasama dalam membangun jati diri masyarakat dengan kearifan lokal. Selain itu, keduanya mengakomodir semua kepentingan publik dengan keberagamannya agar saling bahu membahu membangun lingkup masyarakat hingga membentuk satgas antisipasi Radikalisme, Komunisme dan Terorisme (RKT).

“Melalui PPK UBL,para pemuda wajib memahami dan toleran terhadap keberagaman sosial. Dengan berkepribadian dalam kebudayaan. Menjadikan keberagaman modal sosial dalam membangun Lampung dan mewujudkan cita-cita bersama. Termasuk, tidak menebar kebencian dengan hidup laksana kain tapis yang beraneka warna, damai dan saling melengkapi satu sama lain,” Cetusnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan