Ditengah situasi covid-19 yang mem belenggu teritori di seluruh belahan dunia terkhususnya indonesia, telah mengalami wabah pandemi selama 3 bulan. Hal ini mendesak pemerintah untuk melakukan upaya pemberhentian mata rantai virus di tengah aktivitas sipil dan multi sektor lainnya khusunya ruang akademisi, tidak terkecuali dalam lingkup perguruan tinggi (kampus).

Hal ini membuat pemerintah secara otoritas menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan rutinitas di luar rumah terlebih dahulu dikala masa pandemi demi memutus wabah dan menekan angka kematian secara massif. Namun demikian pemerintah mengalihkan semua kegiatan masyarakat sipil untuk tetap bekerja dirumah Work From Home (WFM) Study From Home (SFH).

Seluruh mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) pun melakukan perkuliahan civitas daring (via online) ini agar memudahkan proses pembelajaran dan mereduksikan virus secara horizontal, mulai dari pusat daerah keramaian yang merupakan asal muasal timbulnya fenetrasi virus secara cepat untuk menyerang.

Namun demikian, Presiden Joko Widodo kembali memperbarui kebijakannya dengan menerapkan tatanan kehidupan baru yang disebut sebagai New Normal, ini membuat perguruan tinggi mulai mempersiapkan kebijakan-kebijakan untuk mengatur pola hidup mahasiswanya agar tetap aman saat menjalani perkuliahan dimasa pandemi covid-19 ini.

Hal ini juga segera direspon oleh Universitas Bandar Lampung sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Lampung dengan diedarkannya SE pengaktifan kembali civitas akademik UBL. Dalam SE Rektor, yakni Bapak M. Yusuf S. Barusman dengan Nomor 285/U/UBL/V/2020, tertanggal 19 Mei 2020.

Untuk pengaktifan kembali kegiatan akademik bagi mahasiswa dimulai setelah berakhirnya Hari Raya Idul fitri, yakni mulai tanggal 2 Juni 2020. Dalam surat edaran rektor tersebut, mahasiswa dibebaskan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan keinginan mahasiswa lini sektor, mulai dari unit kegiatan mahasiswa dan para dosen pengampu.
Kemudian atas legitimasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, yang telah mengeluarkan regulasi penyelenggaraan program pendidikan LLDIKTI/wilayah XI N0 302 yang berisi “kampus diberikan otoritas untuk mengatur rumah tangga nya sendiri”

UBL mengeluarkan edaran hari pertama aktif pada tanggal 2 juni 2020 demi menghindarkan ketertinggalan efektifitas perkuliahan dengan menjalankan aktivitas semi normalnya, yakni mulai dari jurusan per jurusan sesuai pemilihan metode pembelajaran mahasiswa nya sendiri. Dalam situasi dihari pertama, potensial wilayah keramaian telah ditutup dengan dibentangkannya garis polisi demi mencegah terjadinya kerumunan. Ketertiban pun harus dijalankan oleh mahasiswa dengan menjaga jarak, mentaati protokol kesehatan displiner sekaligus melakukan physical distancing untuk terus mengupayakan diri agar terhindar dari penularan covid-19

“saya sangat senang atas kesigapan bapak-bapak office boy yang tak gagap dalam menjalakan tugas pembersihan kesehatan disituasi corona ini ujar” Riko selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi UBL. Rep: Ronald Aldo Ed: II

iklan