Dr. Susanto Saman, Ahli Linguistik Forensik Universitas Bandar Lampung
Dr. Susanto Saman, Ahli Linguistik Forensik Universitas Bandar Lampung

“Dalam menyambut perkembangan linguistik forensik sebagai bidang kajian ilmu terapan baru dan juga bidang profesi khusus di Indonesia, kehadiran sebuah laboratorium forensik kebahasan sangat diperlukan”, demikian disampaikan Susanto, dalam sebuah forum diskusi di Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (12/9/2018).

Ahli Linguistik Forensik Universitas Bandar Lampung (UBL) ini diundang menjadi narasumber di PPSDK KEMENDIKBUD untuk menyampaikan topik bahasan “Pengembangan Linguistik Forensik di Indonesia”.
Susanto, yang pernah meneliti linguistik forensik di Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika dengan beasiswa Fulbright Fellowship, juga menyampaikan beragam potensi kajian jika tersedianya laboratorium forensik kebahasaan di Indonesia.

“Ada banyak potensi yang dapat dikaji jika laboratorium forensik kebahasaan ada di Indonesia. Diantaranya identifikasi dan verifikasi forensik bahasa lisan dan tulis, analisis profil forensik pengguna bahasa dan deteksi ujaran kebohongan terkait dengan analisis aktifitas dalam otak,” kata Kepala Pusat Studi Linguistik UBL dan Ketua KLFI (Komunitas Linguistik Forensik Indonesia) ini.

Kepala PPSDK, Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa KEMENDIKBUD, Prof. Emi Emilia, M.Ed., Ph.D., yang juga menghadiri forum diskusi tersebut, sangat mendukung dengan pengadaan Laboratorium Forensik Kebahasaan di Indonesia. Menurutnya, dengan adanya laboratorium forensik kebahasaan, pengembangan linguistik forensik akan semakin baik dan sistematis. Selain itu juga dia berpendapat bahwa sangat diperlukan pelatihan-pelatihan linguistik forensik. (***)

(rep : IR/ ed : VK)

iklan