Billionaire-rich-list
Kaya itu masalah mental, bukan hanya sebatas harta. sumber ilustrasi: http://businesstech.co.za

Sukses itu pilihan, termasuk itu dalam hal materi. Bahkan ada peribahasa yang mengatakan “Bukan Salahmu apabila lahir dalam keadaan miskin, tetapi apabila mati dalam keadaan miskin baru salahmu”. Maka untuk mencapai hal tersebut kita perlu membentuk berbagai kebiasaan yang menunjangnya, karena kebiasaan lebih berpengaruh daripada motivasi, seperti yang dipaparkan oleh Tryon Edwards bahwa tindakan melahirkan kebiasaan, kebiasaan mencetak karakter, dan karakter membentuk nasib.

Hal tersebut yang menjadi alasan bagi Thomas Corley menulis bukunya yang berjudul “Rich Habbits”. Dalam bukunya yang mengisahkan berbagai kebiasaan orang kaya tersebut, ia telah mensurvei orang kaya sebanyak 233 orang dan orang miskin sebanyak 255 orang. Alhasil dalam bukunya, disimpulkan perbedaan kebiasaan mereka antara lain sebagai berikut:

86% Orang Kaya Adalah Para Pembaca Kelas Berat

Orang yang sukses adalah seorang pembelajar. Salah satu cara belajar baik itu untuk membuka wawasan ataupun mencari referensi adalah dengan membaca buku. Hal ini sesuai dengan ungkapan yang mengatakan tidak semua orang membaca buku menjadi orang besar, tetapi orang yang besar pasti membaca buku.

 

81% Dari Mereka Sering Bekerja Melampaui Target

Selain pembelajar, orang yang kaya sering kali merupakan pekerja keras. Mereka sering kali begadang untuk bekerja. Selain itu mereka senantiasa mengambil tantangan baru untuk menumbuhkan karier pekerjaannya.

 

81% Tahu Apa yang Harus dilakukan Hari ini

Membuat To Do List merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan mereka, bahkan tidak sedikit yang mempekerjakan sekretaris atau asisten pribadi untuk mengatur jadwalnya.

 

67% Orang Kaya Tidak Menonton Televisi

Jarang dari mereka yang menghabiskan waktu didepan televisi, mereka senantiasa menghabiskan lebih banyak waktunya untuk hal-hal yang produktif.

 

63% Dari Mereka Mendengarkan AudioBook Dalam Perjalanan

Sifat pembelajar dan memanfaatkan waktu sangat dijunjung tinggi oleh mereka. Salahsatunya adalah ketika dalam perjalananpun mereka sering isi dengan hal-hal yang menunjang produktivitas, salahsatunya adalah mendengarkan Audio Book atau hal-hal lainnya.

 

62% Senantiasa Tersenyum Setiap hari

Salah satu sifat positif lain yang banyak dimiliki oleh orang yang sukses dan kaya adalah tersenyum. Mereka selalu mensyukuri kehidupan yang dijalani dan juga atas pencapaian yang telah mereka lakukan. Mereka juga mengetahui bahwa tersenyum dapat memberi energi positif bagi orang-orang sekitarnya.

 

62% Orang Kaya Fokus Pada Tujuan

Dalam bervisi, orang kaya senantiasa bertumpu pada tujuan baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Bahkan tidak jarang dari mereka yang merumuskan targetnya dalam bentuk tulisan yang kemudian dilanjutkan dengan aksi yang penuh totalitas.

 

57% Orang Kaya Menjaga Lingkar Pinggang Mereka

Paradigma umum mengatakan orang kaya identik dengan gendut dan malas olahraga. Faktanya sebagian besar dari mereka justru sangat peduli akan kesehatannya. Mereka mengetahui bahwa kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai berharga.

 

6% Hanya Sedikit Dari Mereka yang Bermain Lotere

Dan dari sekian banyak orang kaya, ternyata hanya sebagian kecil saja yang gemar bermain judi atau lotere. Itupun mereka lakukan hanya bentuk keisengan saja, bukan suatu tumpuan untuk mendapatkan penghasilan yang tak terduga.

 

Itulah sembilan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian besar orang kaya yang ada didunia. Kebiasaan tersebut senantiasa mereka bentuk sebelum mereka sukses secara materi, melainkan mereka menempa mental kaya terlebih dahulu sebelum melakukan pencapaian tersebut. Walaupun ada juga dari mereka yang memiliki kekayaan secara warisan, tetapi apabila mental mereka tetap miskin maka kekayaan mereka tidak akan bertahan lama. Perlu direnungkan bahwa kekayaan memang tidak dapat menjamin akan sebuah kebahagiaan, apalagi kemiskinan yang makin tidak dapat menjamin akan kebahagiaan. Maka kesimpulannya marilah kita mulai membentuk mental yang kaya, karena hal tersebut lebih berharga daripada harta itu sendiri. (LQ)

iklan