teh-300x199DAHULU, sulit rasanya bila ingin minum teh. Kini, teh malah menjadi salah satu jenis minuman yang digemari di seluruh dunia. Apa pasal?

Menurut praktisi teh Indonesia, Ratna Soemantri, kehadiran teh sudah ada sejak ribuan tahun lalu di China. Bahkan, lewat China, tepatnya di Yunnan, bagian barat daya China, teh pertama kali muncul. Iklim wilayah tersebut memang tropis dan sub-tropis sehingga merupakan hutan zaman purba.

Awalnya, teh di China digunakan untuk bahan obat–obatan atau herbal (abad ke-8 SM), itupun riwayatnya sudah berumur ribuan tahun. Saat itu, masyarakat China kerap mengunyah teh (770 SM–476 SM) sehingga mereka bisa menikmati rasa yang menyenangkan dari sari daun teh.

“Dengan hadirnya kerajaan Dinasti Ming di China, proses pengolahan teh pun sangat dijaga. Makanya di China, teh selalu dikonsumsi oleh raja-raja atau kaum bangsawan. Hingga kini di China, tradisi minum teh masih tetap dilakukan,” katanya kepada Okezone saat ditemui di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dijelaskannya, tradisi minum teh di China berpengaruh hingga ke Jepang. Konsumsi teh perlahan menyebar hingga menjangkau setiap aspek masyarakat. Bibit teh dibawa ke Jepang pertama kali oleh biksu Budha bernama Yeisei, yang menilai bahwa teh China mampu meningkatkan konsentrasi saat bermeditasi.

Awalnya di Jepang, tradisi minum teh mirip dengan yang di China, yakni hanya boleh diminum bagi keturunan bangsawan atau raja-raja. Ini berlaku meskipun para pedagang dan petani sebenarnya memiliki uang untuk bisa minum teh.

Ratna menjelaskan, ketatnya aturan yang berlaku di Jepang membuat masyarakatnya berhati-hati sebab bila ketahuan, maka hukuman yang diterima adalah potong tangan memakai samurai. Namun, mereka tak lantas hilang akal. Mereka akhirnya minum teh menggunakan cangkir berlubang di sekitar pinggirnya, bernama hagi yaki.

“Bentuk hagi yaki hampir sama ketika Anda menikmati teh poci, dan hagi yaki tersebut sampai sekarang masih bisa dijumpai ketika Anda ke Jepang,” lanjutnya.

Selanjutnya, tradisi minum teh tak hanya digemari warga Asia, juga menjadi buah bibir warga Eropa. Jesuit Father Jasper de Cruz pada 1560 bahkan mengulas tentang teh dan tradisi yang melingkupinya untuk pertama kali di dunia. Serasa tak ingin ketinggalan dari Asia, perlahan negara-negara di Eropa, yang saat itu masih dikuasai Portugis, membuat kerjasama dalam hubungan dagang dengan negara-negara di Asia.

“Di Eropa pun sama, yang mengonsumsi teh juga kaum bangsawan. Dengan makin banyak penikmat teh, maka pedagang maupun petani di Eropa ikut makmur. Teh pun sangat populer di Prancis, tetapi tidak berlangsung lama (kurang lebih 15 tahun), kemudian digantikan popularitasnya dengan minuman yang memiliki daya tarik lebih kuat, seperti anggur, kopi, dan cokelat,” bebernya.

Bagaimana dengan pertumbuhan teh di Indonesia? Ratna mengaku bila teh kali pertama singgah di Indonesia saat dibawa oleh bangsa Belanda. Tanaman teh dibawa untuk kemudian ditanam di Asia, yang kondisi tanahnya lebih bagus dari Eropa. Sekira tahun 1600 teh dikenal masyarakat Indonesia.

“Karena di Indonesia tidak pernah diajarkan bagaimana proses penyeduhan, proses pembuatan yang benar, maka hingga kini teh di Indonesia selalu identik dikonsumsi ramai-ramai, tanpa tradisi minum teh secara pribadi. Indonesia zaman dulu hanya dimanfaatkan sebatas bagaimana proses penanaman teh saja,” tutupnya. (ftr)

Froum Detik | 11th January 2013, 16:14

iklan