prettyromanticdlm

Jakarta – Miss Indonesia 2005, Imelda Fransisca merupakan salah satu penerus dari Au Bintoro dan Wellih Tan pendiri dari Olympic Group. Meskipun perusahaan ayahnya terbilang besar namun ia belum ingin meneruskan bisnis sang ayah. Bahkan Imelda lebih memilih mengurus yayasan pendidikan yang telah dibangunnya sejak 2007 daripada bisnis keluarga.

Brand ambassador dari label Bird’s Nest ini merasa perusahaan orangtua sudah diteruskan oleh sang kakak maka ia memilih tidak ikut ambil bagian di dalamnya. Imelda lebih fokus mengurus yayasan pendidikan yang diberinama Harapan Anak Indonesia itu.

“Olympic kayaknya nggak ya sudah ada kakak saya, kayaknya sekarang ini belum ada rencana ke sana masih mengurus yayasan pendidikan untuk anak-anak sekolah,” papar Imelda saat berbincang hangat dengan wolipop beberapa waktu lalu di apartemennya kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Ibu dua anak ini memang sangat peduli dengan pendidikan. Ia pun berharap bisa membangun sebuah sekolah berkualitas untuk anak-anak kurang mampu. Wanita berumur 31 tahun ini merasa sekolah dengan kualitas bagus hanya untuk kalangan menengah ke atas. Maka dari itu, harus ada sekolah berkualitas yang menyediakan sarana buat anak Indonesia berprestasi tapi tidak bisa melanjutkan pendidikan karena masalah ekonomi.

“Alangkah baiknya one day i can help orang-orang menengah ke bawah yang berprestasi mereka pun bisa mndapatkan kualitas pendidikan yang baik. Kita bantu mereka agar bisa mencapai suatu impian yang lebih tinggi karena kalau nggak ada yang bantu it hard,” tutur wanita lulusan Ohio University, Amerika Serikat itu.

Selain sekolah, Imelda juga berniat membangun bisnis di bidang kesehatan. Menurutnya, pangsa pasar dalam bidang kesehatan cukup besar di Indonesia. Namun bisnis itu harus ditunda dulu karena harus mengurus anak keduanya yang baru lahir beberapa bulan lalu.

Darah bisnis ayahnya memang sudah mengalir dalam tubuh Imelda. Saat masih kecil pun ia sudah ingin berbisnis. Ia pernah memiliki impian bisa membuat pabrik pembalut wanita. Hal itu karena dulu pembalut cukup jarang dan hanya terdapat beberapa jenis. Namun kini impiannya tidak jadi diwujudkan karena sudah banyak jenis pembalut dipasaran.

“Dari kecil pengen bisa buka pabrik pembalut karena dulu kan susah ya. Kalau sekarang kan sudah banyak kompetitornya,” ujarnya kemudian.

foto : Chris Bunjamin

sumber : wolipop.detik.com

iklan