UBL PEDULI BUMI : UBL turut peduli pada pelestarian bumi melalui berbagai kegiatan Family Gathering,di Plataran Lapangan Gedung C, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, Minggu (19/3/2017). (Dok Foto Yusuf Barusman-BMHK UBL)
UBL PEDULI BUMI : UBL turut peduli pada pelestarian bumi melalui berbagai kegiatan Family Gathering,di Plataran Lapangan Gedung C, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, Minggu (19/3/2017). (Dok. Foto UBL Production)

Kegiatan Family Gathering yang rutin dilaksanakan Ikatan Keluarga Besar Universitas Bandar Lampung (IKA UBL). kali ini terasa istimewa, karena perhelatan di Plataran Lapangan Gedung C, Kampus Drs. H. RM. Barusman, disesuaikan dengan bakal peringatan hari bumi sedunia, 22 April mendatang.

Sosialisasi dan kesinergisan dua kegiatan bersamaan pun terlihat dari kegiatan yang diawalid dari Family Gathering berisikan kegiatan jalan sehat, senam, bazaar, berbagai lomba hingga pembagian hadiah juga turut melakukan sosialisasi peduli pelestarian alam, yang dilakukan sivitas akademika UBL disepanjang Jalan Zainal Pagaralam maupun dilingkungan masyarakat sekitar di Kota Bandar Lampung.

Kegiatan ini juga didukung para mitra kerja Family Gatehring UBL, seperti Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI 46, Nescafe-PT Nestle, PT Tripanca, Sosis Gulung (Sosgul), Besto (Sosis Bakar), Anugrah Florist, hingga English First (EF).

Yusuf Barusman mengaku Family Gathering tidak hanya berupa ajang sambung silaturahim berkala, yang diinisiasi IKB UBL tetapi, juga dijadikan ajang untuk saling mengingatkan satu sama lain, dilingkup kampus UBL terkait suatu hal perlu dilaksanakan bersama. “Mengingat secara organisasi, UBL termasuk besar. Jadi antar unit didalamnya harus mampu berkontribusi dengan berkomunikasi, berpromosi hingga berkontribusi (memperingati hari bumi) ditingkat internal (kampus), lalu ketingkat eksternal (masyarakat),” Paparnya, Minggu (19/3) lalu.

Bicara hari bumi, Rektor tegaskan UBL konsern pada berbagai bentuk upaya penyelamatan bumi. Peran itu terlihat dari perilaku sivitas akademika yang sensitif pada pelestarian alam. “Mulai terbangun upaya pelesatarian mulai dari rutin saling bersilaturahim. Diteruskan komunikasi antar unit, terjalinnya kesamaan pola pikir dan pola kerja selaras, yang didukung kondusifitasan atmosfer kampus. Termasuk, timbul kesadaran semua pihak dikampus menjaga keberlangsungan (penyelamatan) bumi, hingga memproteksi diri dari berbagai kegiatan perusakan alam,” Tutupnya. (Rep BMHK/ Ed. RTS)

iklan