Wakil Rektor III UBL, Dr. Bambang Hartono, SH., M.Hum (tiga dari kanan) bersama Pemateri, dosen, serta mahasiswa dalam sesi foto bersama pada Seminar Latihan Kepemimpinan Manajemen Tingkat Dasar, di Aula Gedung M, Pascasarjana UBL, Kamis (28/11/2019).
Wakil Rektor III UBL, Dr. Bambang Hartono, SH., M.Hum (tiga dari kanan) bersama Pemateri, dosen, serta mahasiswa dalam sesi foto bersama pada Seminar Latihan Kepemimpinan Manajemen Tingkat Dasar, di Aula Gedung M, Pascasarjana UBL, Kamis (28/11/2019).

Bandar Lampung—Seperti yang diketahui Indonesia sebentar lagi akan menghadapi bonus demografi, yakni dimana jumlah usia produktif lebih banyak dibanding nonproduktif, namun apakah Indonesia sudah siap menghadapi hal ini?. Melalui keresahan inilah, BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Bandar Lampung (UBL) mengadakan Seminar Latihan Kepemimpinan Manajemen Tingkat Dasar, dengan mengangkat tema “Membentuk Intelektual Muda Yang Terampil Berkarakter Dan Berjiwa Pemimpin Guna Menghadapi Bonus Demografi”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung M, Kampus Pascasarjana UBL ini dibuka oleh Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan, Dr. Bambang Hartono, S.H., M. Hum., dan dihadiri oleh Dekan FH, Dr. Erlina, SH., MH., Kaprodi Ilmu Hukum Recca Ayu Hapsari, S.H., M.H., para dosen FH, serta mahasiswa, Kamis (28/11/2019).

Dalam kegiatan ini menghadirkan jumlah pemateri yang cukup banyak, dengan 3 pemateri utama yakni, Irjen. Pol. Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M., selaku Staf Ahli Sosial Politik Kapolri, Budi Harjo S,Sos., M.IP, selaku Akademisi, dan Rycko Menoza SZP sebagai Tokoh Pemuda.

Pada kesempatan ini, Irjen. Pol. Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M., menyampaikan pengalaman pribadi yang bisa membawa dirinya sampai pada titik ini. “Saya selalu menerapkan prinsip disiplin dan jujur. Sejak dulu saya tidak pernah terlambat masuk kantor, jam 6 pagi saya sudah stay di kantor. Saya juga tidak mau menjadi penjilat, saya tidak mau mencari muka. Waktu saya masih menjadi Kapolda, saya berhasil menurunkan 32% angka kejahatan di Lampung,  semua polisi saya tugaskan patroli, lalu angka pemakai narkoba menurun, dari peringkat 5 menjadi peringkat 16 di Indonesia. Selain itu saya juga pernah menjadi Kapolsek, Kapolres, dan Kapolda terbaik, dan juga penanganan konflik terbaik nasional dari menteri dalam negeri”, ujarnya saat menyampaikan sambutannya.

Dirinya juga menambahkan, untuk jangan pernah takut untuk menghadapi bonus demografi ini dan yakinkan kepada negeri ini jika para pemudanya siap menghapainya. “Yakinkan ditangan kalian, optimis bahwa Indonesia akan mencapai puncak emasnya pada saat perayaan tahun emasnya pada 2045 nanti,” tambah Ike.

Selain itu Budi Harjo S,Sos., M.IP juga menyampaikan bahwa menurut dirinya ada 4 faktor yang menjadi pembentuk pemimpin berkarakter. “Ada 4 faktor dalam pembentukan pemimpin berkarakter, yakni kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial yang berarti membuka jaringan seluas-luasnya, serta yang terakhir adalah kecerdasan religious, kita harus memahami mengenai Tuhan kita dan agama kita,” ucap Budi.

Pernyataan ini ternyata memiliki kesamaan dengan persepsi Rycko Menoza SZP, yang juga menyampaikan cara pemuda untuk berkreasi yakni harus memiliki ilmu kecerdasan, jaringan atau networking dalam konotasi positif, dan juga bagaimana seorang pemuda memiliki keberanian.

iklan