PRESTASI MP3K : Langkah FT UBL yang mengimplementasikan MP3K, berbuah berbagai prestasi ditiga prodinya, Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Arsitektur.(Dok. Foto Facebook Fakultas Teknik UBL/BMHK UBL)
PRESTASI MP3K : Langkah FT UBL yang mengimplementasikan MP3K, berbuah berbagai prestasi ditiga prodinya, Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Arsitektur.(Dok. Foto Facebook Fakultas Teknik UBL/BMHK UBL)

Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL) terus melakukan pengembangkan diri sebagai fakultas yang mengunggulkan mutu, kualitas, kapasitas, kompetensi dan prestasi di setiap kegiatan akademik dan non akademiknya. Ditegaskan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Eng Fritz Akhmad Nuzir, S.T., M.A., menyebut fakultas naungannya telah menyusun langkah-langkah pengimplementasian tersebut hingga berujung prestasi bagi Fakultas dan Universitas.

Prestasi-prestasi tersebut lahir dari perjuangan mahasiswa Arsitektur di UK-SERP Batch IV Ke Universitas Kitakyushu Jepang dan terlibat dalam Forum 3rd ICEEDM, mahasiswa Teknik Sipil masuk 5 besar Lomba Civil In Action Competition di UGM hingga kerjasama pengembangan teknologi dengan Martin Schildkamp dari Smart Smelter Foundation dan berhasil meluncurkan program Blue dan Gebetan.

Pencapaian prestasi itu dimulai penguatan fungsi akademik dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dari segi penggunaan laboratorium teknik maupun studio arsitektur, memperluas link kerjasama dengan berbagai sektoril, mematangkan kesinergisan manajemen, hingga aktif mensosialisasi kegiatan dijejaring sosial dan media sosial (medsos).

Selain itu, kegiatan internal dan eksternal yang dikerjakan FT UB telah disesuaikan regulasi Kemenristekdikti termasuk menyusun regulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) dan pengusahaan para mahasiswa berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan IPK diatas batas normal 2,75. “Lulusan FT UBL, tidak hanya diwisuda. Tapi, diusahakan keluar sebagai sainstis dan periset bertanggungjawab berbasis keilmuannya.  Karena landasan spesifikasi MK3P FT UBL, ‘base hard and softskill of riset’. Itu menyebabkan FT UBL terus berkembang dari style keilmuan iconic. Terutama kedekatan riset dan pengabdian sebagai bagian tak perpisahkan dari iklim akademik,” Tegasnya.

Menyikapi resolusi 2017, Fritz memasang target supaya mampu menciptakan hasil praktek berdaya guna dan berdaya fungsi maksimal. “Bentuknya dengan implementasi praktek yang riil dan improvisasi materi-teori yang sejalan dengan visi misi UBL. terutama, berkontribusi langsung dimasyarakat,” Tegasnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan