EKSPLORASI SENI BUDAYA : Langkah sivitas akademika Prodi Informatika FIK UBL disela eksplorasi peninggalan 3 seni tari langka dan budaya di Museum Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semuoung/ Way Semaka, Tanggamus, Rabu (5/4/2017), sebagai upaya UBL melestarikan warisan leluhur di Lampung.  (Dok. Foto BMHK-UBL Production).
EKSPLORASI SENI BUDAYA : Langkah sivitas akademika Prodi Informatika FIK UBL disela eksplorasi peninggalan 3 seni tari langka dan budaya di Museum Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semuoung di Way Semaka, Tanggamus, Rabu (5/4/2017), sebagai upaya UBL melestarikan warisan leluhur di Lampung. (Dok. Foto BMHK-UBL Production).

Program Studi Teknik Informatika (TI) Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) berkontribusi melestarikan seni budaya Lampung yang hampir terlupakan seperti tiga tarian tradisional yang telah ada sejak abad ke 17 dan awal abad 19 yang terletak di Kabupaten Tanggamus, yakni Tari Kipas Saibatin, Tari Igol dan Tari Naga Bejelung. Upaya pelestarian ini pun dilakukan Tim Prodi Teknik Informatika UBL yang beranggotakan para mahasiswa dan alumni, seperti Debi Herlina Meilani, S.Kom. ; M. Fadhilah, S.Kom. ; dan Derik Aguesty, yang dibimbing Kepala Program Studi Marzuki, S.Kom., M.Kom. dan Dosen Maria Shusanti Febrianti, S.Kom., M.Kom. Kegiatan dipusatkan di Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semuoung di Way Semaka, Tanggamus.

Marzuki menjelaskan langkah kerja timnya, berupa mencari data dan fakta otentik dilapangan seperti mewawancarai tokoh pemuka adat, dan sesepuh praktisi tari serta mendokumentasikan dan memproyeksikan gerakan tari, menggunakan teknologi mutakhir kamera tiga Dimensi (3D) Kinect Version 2. Selain itu, pihaknya berkesempatan mengabadikan Museum Mini Sanggi Unggak, yang menyimpan berbagai peninggalan kuno Kerajaan Sai Batin Way Semaka, Tanggamus. Semua kegiatan dilakukan bersamaan,Rabu (5/4) kemarin. Rencananya, semua hasil kegiatan ini rencananya akan dilaunching, Selasa (11/4) mendatang dalam pesta adat masyarakat setempat.

“Kita sudah ambil (data mula) dengan tari igol, sekarang kipas sebatin. Kedua tari ini, narasumbernya masih ada dan satu-satu pelaku (penari)nya. Lewat langkah ini, kita akan merangkai (gerakan tari) lewat aplikasi virtual 3D disertai saran-pesan sang tokoh termasuk memperlihatkan berbagai koleksi peninggalan sejarah tersisa. Sebagai bentuk pembelajaran bagi generasi masa depan dan dengan alat ini kita tidak hanya menonton tarian dengan musik, secara virtual tetapi,melihat langsung tokoh animasi penarinya, dengan lekuk tubuh lengkap. Kedepan, hasil alat ini tidak hanya menjadi dokomentasi. Tapi dapat dioper kebanyak objek. Seperti animasi 3D, Humanic Robotika,atau dokementasi tersimpan berbentuk video (fakta) maupun angka (data). Jadi publik, akademisi dan pihak peneliti dapat mengukur ketepatan pergerakan tari secara tepat,”ujarnya.

Apresiasi pun datang dari Kepala Pekon Sanggi Unggak, Abu Sahlan yang sangat antusias terhadap langkah pelestarian yang dilakukan UBL dibidang seni tari kontemporer dan berbagai budaya barang peninggalan sejarah Kerajaan Way Semaka, dengan menggunakan aplikasi teknologi komputer. “Kami gembira, seni dan budaya yang (lama) yang kurang pernah digali ini, sekarang mendapat perhatian (serius) untuk dilestarikan pihak perguruan tinggi (UBL). Memang seni budaya ini semua, ada turun menurun. Tapi, harus diakui bersama, kurang dilestarikan karena berbagai faktor. Mulai kondisi keamanan, politik, ekonomi, hingga kehidupan sosial,”aku penerus Kerajaan Way Semaka generasi ke-13, dengan gelar adat Pangeran Punyimbang Khatuk Semaka ini. (Rep. BMHK/Ed. Red)

iklan