nenek-ibu-tua
http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2014/05/nenek-ibu-tua.jpg

Mak,
Senyum yang engkau lontar
Segenggang asa dalam penghantar
Naungan kasih tanpa ada rintih
Ucap lirih penawar ini perih

Mak,
Peluh yang tengah menganak sungai
Sekedar angin lalu tak terbuai
Dalam setiap simpuh meluruh
Aliran butir-butir doa kan terjatuh

Mak,
Uban itu mempercantik nan elok
Kulit kendur, lelah nya engkau tuk hari esok
Renta takdir kan kujaga
Hingga gerimis gantikan tangis diraga

Mak,
Pantas kah anaknda panggil engkau emak?
Sedangkan durhaka pasti merangkak
Anaknda malu
Malu pada cerminan diri yang lalu

Mak,
Bolehkah anaknda menghapus iluh mu?
Mencoba enyahkan kelesah jadi rindu?
Membalas senyum yang tak pernah kudapati?
Ya, hanya engkau yang mampu tersenyum dengan sepenuh hati
Yang mampu berdiri diatas bara api

Buah Pena : M. Denu Poyo

 

iklan