Kunjungan FT UBL ke Pulau Tanjung Tikus Upload

Upaya pelestarian lingkungan hidup dan memperkenalkan potensi kearifan lokal daerah di Provinsi Lampung telah dilakukan oleh Universitas Bandar Lampung (UBL). Potensi-potensi daerah yang belum banyak dieksplorasi dan dipublikasikan kepada masyarakat luas, salah satunya di Pulau Tanjung Tikus. Melalui sebuah ekspedisi ini, tim ekspedisi Fakultas Teknik (FT) UBL berupaya untuk memperkenalkan objek wisata baru sehingga dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa bermanfaat bagi Provinsi Lampung di masa mendatang.

Tim Ekspedisi FT UBL ini beranggotakan Wakil Rektor UBL Bidang Akademik, Dr. Ir. Hery Riyanto, M.T., Dekan FT UBL Dr. Eng. Fritz Akhmad Nuzir, MA., dan beberapa mahasiswa, ditemani tokoh masyarakat serta pejabat sekitar.

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor UBL Bidang Akademik Dr. Ir. Hery Riyanto, M.T.,menjelaskan bahwa ekspedisi yang dikerjakan oleh tim ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan objek wisata yang belum banyak dikunjungi  oleh masyarakat luas. Dengan pesona objek-objeknya yang nampak dari kejauhan telah menandakan sebuah potensi wisata yang dapat menjadi unggulan di Provinsi Lampung. Selain untuk memperkenalkan objek wisata kepada masyarakat luas. Langkah rombongan tersebut juga ingin membawa sebuah pesan kepada masyarakat yang berada di lingkungan ini untuk membuka mata, telinga, perasaan dan pikiran berbagai pihak yang kurang bertanggungjawab untuk menghentikan eksploitasi lingkungan serta sumber daya alam secara berlebihan.

“Melalui destinasi ini, kami ingin memperkenalkan potensi pulau ini baik pantai, laut, teluk, tebing hingga kehidupannya masyarakat agar dinikmati dan dilestarikan. Agresivitas wisata juga jangan dirusak dengan berbagai upaya penjajahan dari agroekonomi wilayahnya. Itulah pentingnya, langkah kelompok akademisi UBL yang juga memiliki pengaruh penting mencegah hal ini,” Terangnya.

Selain itu, Dekan FT UBL Dr. Eng. Fritz Akhmad Nuzir, MA., menerangkan bahwa eksplorasi tim ekspedisi FT UBL ini juga bertujuan untuk mengetahui keadaan pengembangan wilayah yang telah dilakukan berbagai pihak terkait. “Kami datang sebagai para akademisi yang melakukan perjalanan alam. Hal ini didasari pengabdian kami sebagai kaum intelektual terutama untuk lebih peduli pada alam sekitar,” Ujarnya.

Sedangkan, Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., sangat mengapresiasi langkah eksplorasi tim FT UBL yang berjumlah 8 orang tersebut. Baginya langkah ini sebagai bentuk UBL dalam menyikapi transformasi peradaban. “Langkah ini bukti sivitas akademika UBL terbuka wawasannya terhadap kajian lapangan terhadap potensi wilayah di Provinsi Lampung. Upaya ini dapat membuka wawasan eksplorasi ilmu kita lebih luas akan membuat kita lebih bijak, toleransi dan arif bijaksana terhadap segala sesuatu di alam yang diberikan Tuhan. Dengan ilmu itu, kita bisa menerima perubahan tanpa merusaknya sehingga terbentuk pengelolaan wilayah berbasis daya saing dan budaya unggul (quality culture oriented),” Katanya.

Mendatang, langkah ini dapat menjadi contoh penerapan kontekstual learning di fakultas dan prodi lain terutama aplikasi akademik berdampak di lingkup sosial. Program ini tak hanya mengangkat  reputasi pribadi melainkan menanamkan pengaruh positif ditengah masyarakat. “Langkah ini dinilai langsung oleh masyarakat dan efek manfaatnya bisa dirasakan dimasa depan,” Pungkasnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan