12434439_192434391106151_2144902828_n

Susanto, SS, MHum, MA, PhD, dosen Universitas Bandar Lampung, sedang melakukan penelitian untuk Post-doctoralnya di bidang Forensic Linguistics di China, tepatnya di Shanghai Jiao Tong University.

Forensic Linguistics adalah kajian tentang aplikasi ilmu linguistik dalam bidang hukum dan investigasi. Walaupun belum banyak orang mengenal ilmu baru ini tapi dia ingin mendedikasikan dirinya untuk bisa mengaplikasikan ilmu tersebut dalam masyarakat luas di Indonesia maupun di tingkat internasional. Menurutnya Indonesia dan dunia internasional akan sangat memerlukan kajian-kajian Forensic Linguistics.

“Indonesia dan dunia internasional akan sangat memerlukan hasil-hasil kajian Forensic Linguistics untuk membantu dalam investigasi kasus-kasus seperti penculikan, pembunuhan, korupsi, plagiarisme, terorisme, cyber crime dan juga untuk keperluan intelijen (national and international security)”, kata Susanto yang pernah meraih Ambassador Awards for Excellence dari Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia, New Delhi, India.

Riset post-doctoralnya ini merupakan kelanjutan dari hasil disertasi S3-nya. Dan dia memilih Shanghai Jiao Tong University karena di sana terdapat pusat penelitian yang merupakan salah satu pusat penelitian terbaik di dunia yang serius dan konsisten mengkaji tentang Forensic Linguistics.

“Saya memilih Shanghai Shanghai Jiao Tong University untuk penelitian Post-doctoral saya karena universitas ini memiliki pusat penelitian yaitu ‘Martin Center for Appliable Linguistics’. Ini adalah salah satu pusat penelitian terbaik di dunia yang serius dan konsisten mengkaji tentang ForensicLinguistics”, kata Susanto yang pernah menimba ilmu Linguistik di Macquarie University, Sydney, Australia tahun 2008 dalam program ISFC Winter Institute.

Susanto menamatkan S3-nya tahun 2014 di bidang Linguistics & Phonetics dari EFL University, India. S2-nya tahun 2007 di bidang English Literature dari CIEFL, India. Dia juga menamatkan S2-nya di bidang Linguistik Terapan Bahasa Inggris tahun 2005 dari UNIMED, Medan dan S1-nya di bidang Sastra Inggris  tahun 2002 dari UISU, Medan.

Susanto aktif dalam asosiasi profesi di dunia internasional antara lain Germanic Society for Forensic Linguists (GSFL). GSFL adalah asosiasi untuk para ahli Forensic Linguistics di Jerman. Selain itu dia juga anggota Foundation of Endangered Languages (FEL) di Inggris. Dia juga berperan dalam Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional (I-4) yaitu sebuah organisasi untuk para ilmuan Indonesia di luar negeri. Di I-4 dia adalah Koordinator untuk Kawasan Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan.

Selain itu dia juga aktif dalam berbagai kelompok penelitian diantaranya Research Group of Typological Study on Asian Languages, Research Group of Systemic Functional Study on Javanese, Special Interest Group on the Lexicon of the Association for Computational Linguistics (SIGLEX), dan Research Group of Social Study on Empowering Local Wisdom. Dia mengikuti berbagai organisasi profesi dan kelompok penelitian tersebut untuk membangun network, belajar dan mengembangkan potensi dirinya.

“Saya berusaha untuk membangun network dengan para ilmuan di tingkat nasional dan internasional dengan aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kelompok penelitian. Bagi saya, ini berguna untuk belajar dan mengembangkan potensi diri,” kata suami Deri Sis Nanda, SS, MA, PhD., dan ayah Rizky Nanda Susanto.

Dalam berbagai seminar internasional, Susanto aktif dalam menyajikan karya-karya ilmiahnya seperti di Malaysia, India, Australia, China, Mesir, Portugal, Jerman dan lain-lain. Berita tentang penelitian dan prestasi Susanto banyak ditemukan di berbagai media baik nasional maupun internasional seperti IANN News London, Yahoo News, Republika Online News, ANTARA London, Star Media, Medan Bisnis International, Harian Andalas, Investor Daily Indonesia, Majalah Paras, Majalah SWA dan lain-lain.Dan beberapa kali dia menjadi pembicara tamu dalam acara radio di RRI Jakarta.

Salah satu hasil penelitiannya di bidang Forensic Linguistics adalah tentang sistem bunyi vokal untuk tujuan Forensic Speaker Identification. Dia menamakan penemuannya itu dengan Synchronic Stability Vowel System (SSVS). Dia mempresentasikan hasil penemuannya itu dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh International Association of Forensic Linguists (IAFL) tahun 2012 di Malaysia.

Sebagai seorang dosen di UBL, selain mengajar mahasiswanya di kelas, dia juga mendapat kepercayaan sebagai Kepala Pusat Studi Linguistik. Di Pusat Studi Linguistik tersebut, dia selalu aktif melibatkan mahasiswa-mahasiswanyadalam berbagai program antara lain program penelitian language acquisition, pentranskripsian data dan program pengabdian kepada masyarakat melalui pengajaran Bahasa Inggris di panti-panti asuhan.

Kepada para mahasiswanya, dia selalu memberi motivasi bukan saja untuk belajar dengan baik tetapi juga untuk meneliti dan mengabdi kepada masyarakat. Kegiatan-kegiatan ini menurutnya akan membentuk karakter positif bagi para mahasiswanya untuk memiliki kreatifitas akademik dalam keilmuan mereka dan rasa empati sosial. Menurutnya, ini adalah modal penting bagi mahasiswa untuk terjun ke masyarakat nanti ketika mereka menyelesaikan studinya.

“Saya dalam berbagai kesempatan selalu memberi motivasi kepada mahasiswa saya untuk belajar dengan sungguh-sungguh, meneliti dan  mengabdi kepada masyarakat. Kepada mereka saya sampaikan bahwa hal ini akan membentuk karakter positif dalam diri mereka untuk memiliki kreatifitas akademik dan rasa empati sosial. Dan saya yakinkan mereka bahwa ini adalah modal penting bagi mereka untuk terjun ke masyarakat nanti ketika mereka sudah menyelesaikan studi”, tutup Susanto yang pernah terpilih sebagai salah satu ilmuan Diaspora Indonesia di Majalah SWA edisi “Diaspora Indonesia: Jaringan Anak Negeri Hebat di Mancanegara.

iklan