img-20161008-wa0001

Pengembangan generasi emas di cabang olahraga Street Soccer pertama di Provinsi Lampung merupakan target yang ingin dicapai Universitas Bandar Lampung (UBL). Selain keikutsertaan UKM Futsal UBL sebagai Wakil Lampung melalui tim Putra Lampung Berkarya (PLB) yang mengikuti The Association for International Sport and All (Tafisa) Games 2016 di Ancol Jakarta, pada Sabtu (8-10) hingga Minggu (9-10) lalu.

Keseriusan untuk mengembangkan cabang olahraga ini ditandai dengan kesiapan UBL mendatangkan pelatih tim nasional Street Soccer Indonesia, Rochy Putiray. Kedatangan Pelatih Nasional ini bertujuan untuk menggelar seminar, workshop, sosialisasi dan coaching clinic street soccer berstandar dunia. Demikian ungkap Pembina UKM Futsal UBL Benny Karya Limantara S.H., M.H., pada Minggu (9-10) malam.

Benny menjelaskan UBL berkesempatan mendatangkan mantan penyerang timnas Indonesia asal Papua itu setelah ada pertemuan dan kesepakatan disela keikutsertaan PLB-UBL disela menjalani pertandingan di Tafisa Games 2016. “Kami sudah bertemu beliau (Rochy Putiray), setelah kami minta. Kedepan siap kami hadirkan beliau ke Lampung. Tidak hanya membantu UBL, tetapi juga publik olahraga sepak bola Lampung dalam sama-sama mengembangkan olahraga (Street soccer) ini. Namun, kami belum bisa pastikan kapan (waktu) pasti datangnya. Jadwal (kedatangan) beliau menyesuaikan waktu luang beliau,” Jelasnya.

Dosen Fakultas Hukum (FH) ini menegaskan dengan upaya dan ambisi UBL mendatangkan Rochy Putiray menandakan niatan kampus ini menjadi pencetus dan penerus tradisi brand mark street soccer di Provinsi Lampung.

Bahkan, Benny membawa pesan dari Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, M.B.A maupun Ketua Yayasan Administrasi Lampung (YAL) Dr. Andala Rama Putra Barusman, S.E., MA.Ec, bahwa UBL siap mengembangkan Street Soccer dengan bakal membuat sport center berstandar dunia dan didalamnya, akan terdapat lapangan yang dapat dikondisikan untuk futsal maupun street soccer.

Disinggung, hasil tim PLB-UBL di Tafisa Games 2016. Benny membeberkan timnya yang berusia U-18 ini harus mengubur mimpi melanjutkan pertandingan, setelah hanya menjadi juara grup fase 2. Setelah dalam empat pertandingan meraih 1 kemenangan, 1 seri dan 2 kekalahan.

“Dengan hasil ini kita diposisi ketiga klasemen grup, hanya peringkat 1 dan 2 yang bisa lolos kebabak berikut,”akunya.

Ditambahkan, Direktur Teknik Tim PLB UBL, Reno. R. Maesa, S.E., S.H., lewat selulernya, Minggu (9-10) mengatakan cukup kecewa timnya tidak mampu melewati fase grup tetapi dia bersama tim menilai hasil ini tidak mengecewakan.

Diakui Sekretaris Jendral Perssoci Lampung ini, dari segi skill tim PLB UBL tidak kalah dengan tim lain. Namun, mengingat stamina dan pertandingan dilaksanakan saat hujan. Konsentrasi pemain sering terpecah termasuk sering membuang peluang cetak banyak gol dan bertahan. “Kelemahan ini harus dikoreksi dan dievaluasi. Semoga hasilnya terlihat diajang berikut,” Jelasnya. (Rep. BMHK/Ed. AX)

iklan