mangrove

Dalam dunia komunikasi, kita tidak hanya mempelajari tentang media dan penyiaran melainkan juga mempelajari bagaimana menjaga citra sebuah perusahaan, terutama dalam konsentrasi Public Relations. Sebagai seorang PR suatu perusahaan, kita dituntut untuk bisa mendapatkan kepercayaan dan legitimasi dari masyarakat. Salah satunya yaitu melalui kegiatan CSR.

CSR atau Corporate Social Responsibility merupakan suatu bentuk tanggungjawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungannya. Banyak perusahaan-perusahaan besar yang telah mengkomunikasikan kegiatan CSRnya baik melalui media elektronik maupun media cetak. Perusahaan juga bisa saja mendapatkan sejumlah penghargaan dari aktivitas-aktivitas CSR yang telah mereka realisasikan.

Tanggungjawab sosial muncul dan berkembang sejalan dengan interrelasi antara perusahaan dengan masyarakat yang sangat ditentukan oleh dampak yang timbul dari perkembangan dan peradaban masyarakat. Semakin tinggi peradaban masyarakat, semakin tinggi pula pengetahuan masyarakat sehingga meningkatkan keterbukaan ekspektasi masa depan dan sustainabilitas pembangunan serta memunculkan tuntutan tanggungjawab perusahaan.

Dalam perkembangannya CSR, John Eklington (1997) mengemukakan sebuah terobosan besar yang terkenal yaitu “The Triple Bottom Line”. Konsep tersebut mengakui bahwa perusahaan harus memperhatikan 3P dalam menjaga ‘kehidupan’ bisnisnya. Bukan hanya mementingkan profit tetapi juga harus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan aktif ikut serta melestarikan lingkungannya.

P yang pertama yaitu profit. Setiap perusahaan pasti menginginkan profit dalam menjalankan bisnisnya karena profit merupakan orientasi utama perusahaan. Tidak ada perusahaan yang mampu menjamin dan mempertahankan tujuannya tanpa didukung oleh kemampuan mencetak keuntungan yang memadai. Peningkatan kesejahteraan personil perusahaan dan pemilik perusahaan, peningkatan kontribusi bagi masyarakat, ekspansi perusahaan dan kapasitas produksi membutuhkan sumber dana yang sudah pasti didapatkan dengan menciptakan keuntungan perusahaan.

People merupakan lingkungan masyarakat (community) di mana perusahaan tersebut berada. Masyarakat memiliki huubngan yang kuat dalam rangka menciptakan nilai bagi perusahaan. Tidak mungkin perusahaan dapat menjalankan bisnisnya tanpa didukung masyarakat sekitar. Masyarakat adalah pihak yang dipengaruhi dan juga mempengaruhi kehidupan perusahaan. Kemauan dan kemampuan perusahaan mendekatkan diri dengan masyarakat melalui strategi CSR dapat mempengaruhi keberlangsungan hidup perusahaan tersebut.

Planet merujuk kepada lingkungan fisik yang berhubungan dengan perusahaan, misalnya lingkungan berdirinya perusahaan maupun lingkungan tempat perusahaan mendapatkan bahan baku dan sumber daya. Hubungan perusahaan dan lingkungan bersifat sebab-akibat. Sebagai tempat yang menopang segala aktivitas perusahaan, lingkungan yang rusak dan eksploitasi berlebih tanpa batas keseimbangan, cepat atau lambat akan menghancurkan perusahaan itu sendiri dan masyarakat sekitarnya.

Tiga konsep dasar CSR tersebut menekankan bahwa perusahaan tidak seharusnya hanya berorientasi ada keuntungan semata. Berlangsungnya perusahaan juga mempengaruhi kehidupan di sekelilingnya, baik kehidupan masyarakatnya maupun kehidupan alam sekitar. Sehingga perusahaan juga memiliki tanggungjawab yang seimbang antara menghasilkan keuntungan, menciptakan hubungan baik dengan masyarakat dan melestarikan alam sekitar sehingga bisnis perusahaan juga dapat berlangsung tanpa ada kendala yang berarti. (OV)

 

iklan