EKSPLORASI KARYA : Pembukaan Garasi jilid III 2017, bertajuk "Heritage Architecture Invation" ditandai pemotongan pita dan presentasi karya di Gedung I, Kampus Drs. H. RM. Barusman, Kamis (18/5) lalu, mengeksplorasi berbagai produk portofolio dan prestasi mahasiswa Arsitektur UBL. (Dok. Foto BMHK UBL-UBL Production).
EKSPLORASI KARYA : Pembukaan Garasi jilid III 2017, bertajuk “Heritage Architecture Invation” ditandai pemotongan pita dan presentasi karya di Gedung I, Kampus Drs. H. RM. Barusman, Kamis (18/5) lalu, mengeksplorasi berbagai produk portofolio dan prestasi mahasiswa Arsitektur UBL. (Dok. Foto BMHK UBL-UBL Production).

Langkah Himpunan Mahasiswa Teknik Arsitektur (HMTA) Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL) dalam melakukan sebuah inovasi dan kreasi ditunjukan dengan pelestarian bangunan tua dalam bentuk karya mahasiswa dan kegiatan ini pun dihelat dalam Gelar Karya Arsitektur (Garasi) III 2017 bertajuk Heritage Architecture Invasion.

Kegiatan berlangsung di Gedung I Kampus Drs. H. RM. Barusman, Kamis (18/5) lalu ini, menghadirkan Kepala Program Studi Arsitektur Ir. Tjetjeng Sofjan Surdjana, M.T.,para dosen dan mahasiswa arsitektur UBL. Tjetjeng menyebut kegiatan ini bertujuan menggelar karya para mahasiswa semester akhir sehingga menjadi refrensi bagi mahasiswa disemester bawahnya termasuk bentuk promosi karya bagi kalangan umum,khususnya orang tua para mahasiswa.

Tjetjeng menambahkan Garasi Jilid III terasa berbeda dari tahun sebelumnya karena di tahun ini menampilkan berbagai karya para mahasiswa angkatan ke-IV, delegator Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD), International Conference and Workshop 2017 di Universitas Kitakyushu, Jepang. “Ditambah berbagai karya lomba mahasiswa diberbagai ajang, tingkat nasional dan internasional,” Imbuhnya.

Berjalan kegiatan ini secara berkelanjutan ternyata membuat Dekan Fakultas Teknik Dr. Eng. Fritz Akhmad Nuzir, M.A., memberikan apresiasi tinggi dan Fritz berharap dari kegiatan ini, para mahasiswa arsitektur tidak hanya mahir membuat produk tetapi mampu mempresentasikan dan diimplementasikannya secara profesional. “Terutama dalam mengkomunikasikan ide, gagasan dan inovasi berbentuk portofolio. Serta dapat dirasakan publik,” Tegasnya. (Rep. BMHK/Ed. RTS)

iklan