PIMPIN : Akademisi FT UBL Ir. Riza Muhida, M.Sc., Ph.D., memimpin Tim Nasional Indonesia raih perak di The 19th IRO 2017 di Qin Huang Dao, Provinsi Hebei, Tiongkok pada 14-21 Desember, kemarin. (Dok. Foto BMHK UBL-Ir. Riza Muhida, M.Sc., Ph.D)
PIMPIN : Akademisi FT UBL Ir. Riza Muhida, M.Sc., Ph.D., memimpin Tim Nasional Indonesia raih perak di The 19th IRO 2017 di Qin Huang Dao, Provinsi Hebei, Tiongkok pada 14-21 Desember, kemarin. (Dok. Foto BMHK UBL-Ir. Riza Muhida, M.Sc., Ph.D.)

BANDARLAMPUNG – Prestasi akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) ditingkat internasional menjadi penutup gemilangnya raihan prestasi akademik dan non akademik. Kali ini, prestasi di bidang mekanika dan otomasi diraih Ir. Riza Muhida, M.Sc., Ph.D., berhasil memimpin Tim Nasional Indonesia untuk berlaga di The 19th International Robot Olympiade (IRO) 2017 di Qin Huang Dao, Provinsi Hebei, Tiongkok yang digelar pada Kamis, (14/12/2017) hingga Kamis, (21/12/2017) lalu. Keaktifan berpartisipasi pada ajang kompetisi robot ini diharapkan membuat generasi muda Indonesia meningkatkan kreativitas dalam menciptakan suatu karya teknologi robot sesuai tuntutan zaman dan sekaligus membangun jaringan sosial dengan generasi muda dari berbagai negara.

Riza yang juga Wakil Presiden Robotic Organizing Commite Indonesia (ROCI) memimpin langsung para delegator peserta IRO 2017. Riza menegaskan para delegator terpilih dari para juara yang mengikuti Kompetisi Robot Nasional (KRON) 2017. “Alhamdulillah, seperti tahun kemarin (2016), tahun ini kami mengirimkan lagi tim Indonesia ke ajang internasional tersebut. Para peserta yang ikut merupakan peserta yang mendulang prestasi dikompetisi tersebut dan mereka juga berpeluang besar, tidak hanya memperoleh tiket berlaga dikompetisi internasional, di Tiongkok ini ,” Paparnya.

KRON 2017 ini diikuti 500lebih siswa mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menegah Atas (SMA) sederajat yang berasal dari berbagai wilayah di tanah air seperti Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi dengan 13 kategori perlombaan. “Terpenting dari keberlangsungan kompetisi tersebut (KRON) perwakilan (delegator) kami juga dapat menunjukan kemampuan robotic Indonesia berkompetisi dengan negara lain,”Jelasnya.

Hasil dari kerja keras Riza beserta tim pelatih IRO Indonesia tidak sia-sia, terlihat dari prestasi yang di dapat tim delegator dengan meraih medali perak untuk kategori “Robot in Movie” dan penghargaan “Technical Award” untuk kategori “Creative Team” dalam kategori “Public Safety and Security”.  “Kami bangga anak-anak bisa membawa Tim Merah Putih berjaya di dunia internasional,” katanya saat mendampingi tim robotik Indonesia disela kunjungan ke Kedutaan Besar RI di Beijing.

Hebatnya pria yang juga Ketua Yayasan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional ini menambahkan prestasi diajang tersebut diraih tim Indonesia, dengan mengalahkan kontingen robotic dari Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Arab Saudi, dan negara-negara di kawasan Asia Tengah dan Amerika Latin. “Dengan berpartisipasi aktif pada ajang kompetisi robot ini, generasi muda Indonesia diharapkan dapat mengasah kreativitas dalam menciptakan suatu karya teknologi robot sesuai tuntutan zaman dan sekaligus membangun jaringan sosial dengan generasi muda dari berbagai negara,” kata Riza.

Apresiasi pun disampaikan Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA., yang mengatakan bahwa UBL mampu mengoptimalkan dirinya untuk terus berkiprah dan berprestasi diberbagai bidang termasuk membuktikan eksistensinya baik di bidang akademik maupun non akademik di level internasional. “Hal ini terbukti, dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh para ahasiswa maupun dosen. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi teladan dan dilanjutkan bagi seluruh Sivitas Akademika UBL khususnya Dosen dan Mahasiswa,” Pungkas Rektor UBL.

BANDARLAMPUNG – Prestasi akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) ditingkat internasional menjadi penutup gemilangnya raihan prestasi akademik dan non akademik. Kali ini, prestasi di bidang mekanika dan otomasi diraih Ir. Riza Muhida, M.Sc., Ph.D., berhasil memimpin Tim Nasional Indonesia untuk berlaga di The 19th International Robot Olympiade (IRO) 2017 di Qin Huang Dao, Provinsi Hebei, Tiongkok yang digelar pada Kamis, (14/12/2017) hingga Kamis, (21/12/2017) lalu. Keaktifan berpartisipasi pada ajang kompetisi robot ini diharapkan membuat generasi muda Indonesia meningkatkan kreativitas dalam menciptakan suatu karya teknologi robot sesuai tuntutan zaman dan sekaligus membangun jaringan sosial dengan generasi muda dari berbagai negara.

Riza yang juga Wakil Presiden Robotic Organizing Commite Indonesia (ROCI) memimpin langsung para delegator peserta IRO 2017. Riza menegaskan para delegator terpilih dari para juara yang mengikuti Kompetisi Robot Nasional (KRON) 2017. “Alhamdulillah, seperti tahun kemarin (2016), tahun ini kami mengirimkan lagi tim Indonesia ke ajang internasional tersebut. Para peserta yang ikut merupakan peserta yang mendulang prestasi dikompetisi tersebut dan mereka juga berpeluang besar, tidak hanya memperoleh tiket berlaga dikompetisi internasional, di Tiongkok ini ,” Paparnya.

KRON 2017 ini diikuti 500lebih siswa mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menegah Atas (SMA) sederajat yang berasal dari berbagai wilayah di tanah air seperti Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi dengan 13 kategori perlombaan. “Terpenting dari keberlangsungan kompetisi tersebut (KRON) perwakilan (delegator) kami juga dapat menunjukan kemampuan robotic Indonesia berkompetisi dengan negara lain,”Jelasnya.

Hasil dari kerja keras Riza beserta tim pelatih IRO Indonesia tidak sia-sia, terlihat dari prestasi yang di dapat tim delegator dengan meraih medali perak untuk kategori “Robot in Movie” dan penghargaan “Technical Award” untuk kategori “Creative Team” dalam kategori “Public Safety and Security”.  “Kami bangga anak-anak bisa membawa Tim Merah Putih berjaya di dunia internasional,” katanya saat mendampingi tim robotik Indonesia disela kunjungan ke Kedutaan Besar RI di Beijing.

Hebatnya pria yang juga Ketua Yayasan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional ini menambahkan prestasi diajang tersebut diraih tim Indonesia, dengan mengalahkan kontingen robotic dari Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Arab Saudi, dan negara-negara di kawasan Asia Tengah dan Amerika Latin. “Dengan berpartisipasi aktif pada ajang kompetisi robot ini, generasi muda Indonesia diharapkan dapat mengasah kreativitas dalam menciptakan suatu karya teknologi robot sesuai tuntutan zaman dan sekaligus membangun jaringan sosial dengan generasi muda dari berbagai negara,” kata Riza.

Apresiasi pun disampaikan Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA., yang mengatakan bahwa UBL mampu mengoptimalkan dirinya untuk terus berkiprah dan berprestasi diberbagai bidang termasuk membuktikan eksistensinya baik di bidang akademik maupun non akademik di level internasional. “Hal ini terbukti, dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh para ahasiswa maupun dosen. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi teladan dan dilanjutkan bagi seluruh Sivitas Akademika UBL khususnya Dosen dan Mahasiswa,” Pungkas Rektor UBL. (Rep.BMHK/Ed.RTS)

iklan