MEMAPARKAN : Akademisi UBL Dr. Ir. Hery Riyanto, M.T., saat memberikan materi Bimtek NSPK Bidang Jembatan, Kemenpupera RI tahun 2018, di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat, pada 16 Maret lalu.(Dok Foto BMHK UBL).
MEMAPARKAN : Akademisi UBL Dr. Ir. Hery Riyanto, M.T., saat memberikan materi Bimtek NSPK Bidang Jembatan, Kemenpupera RI tahun 2018, di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat, pada 16 Maret lalu.(Dok Foto BMHK UBL).

Bandarlampung – Direktorat Jembatan dan Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) RI mengadakan Bimbingan Teknis Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (Bimtek NSPK) Bidang Jembatan, tahun 2018. Pada kesempatan ini, akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) Dr. Ir. Hery Riyanto, M.T., berkesempatan untuk menjadi pembicara ahli dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat, Jum’at (16/03/2018) lalu, membuktikan Kampus UBL sebagai Perguruan Tinggi yang terus kontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (sdm) dibidang teknis di Kemenpupera.

Heri menyampaikan dalam kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang merupakan teknisi PU dari beberapa Provinsi seperti Banten, D.K.I Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta. Ia juga berharap agar semakin banyak akademisi terutama di Provinsi Lampung untuk dapat mengikuti acara bimtek seperti ini sehingga ilmu dan pengalaman dapat dibagi kepada para pesertanya.“Saya berharap semakin banyak akademisi terutama UBL yang berkiprah membagi kemampuannya pada masyarakat,” Tutur Hery.

Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA., berharap agar prestasi dan kepercayaan seperti didapat Hery Riyanto, dapat memotivasi para dosen lain untuk mengikuti kipraah dari akademisinya tersebut. Tapi Rektor UBL optimis para dosen menuju kearah tersebut. Pasalnya, para dosen yang sudah mulai berkiprah di nasional baik dari segi jumlah maupun kemampuannya terus bertambah. Rektor pun tak menampik, menjadikan Hery sebagai salah satu rule model dan refrensi para dosen UBL yang berkiprah nasional dan internasional. “Meski kita harus sama-sama mengaku bahwa untuk menuju hal tersebut cukup sulit. Pasalnya para dosen tidak hanya dikenal dari rekam jejak akademik yang baik. Tapi juga harus memiliki kualitas dan kuantitas tridarma perguruan tinggi dosen yang terpandang, dan dikenal luas masyarakat maupun berbagai stakeholder yang bersinggungan dengan kajian akademiknya,” Terang Rektor. (BMHKRTS)

iklan