Upaya Mengentaskan Kemiskinan, Pemkab Pemalang Dukung Pilot Project Desa Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda

- Redaktur

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RN, Pemalang Jateng – Pemerintah Kabupaten Pemalang mendukung pelaksanaan Pilot Project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus mendorong pemuda menjadi penggerak pembangunan dan perekonomian di tingkat desa.

Launching program tersebut, dilaksanakan secara hybrid dari Sasana Bhakti Praja, Kompleks Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu [19\8\2026]. Kegiatan tersebut diikuti Plt. Bupati Pemalang yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tutuko Raharjo, bersama jajaran Forkopimcam dan Camat Belik.

Dalam program ini, Kabupaten Pemalang mendapatkan intervensi pilot project untuk dua desa di Kecamatan Belik, yakni Desa Mendelem dan Desa Belik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program dengan tema “Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda”, tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi dirancang melalui proses asesmen, pelatihan, pendampingan, dan pengembangan usaha agar bantuan yang diterima masyarakat dapat menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian keluarga.

Baca Juga:  Praktisi Hukum Bongkar Adanya Potensi Panggung Anti Korupsi di Daerah, Imam SBY: "Korupsi Itu Jarang Berdiri Sendiri"

Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, angka kemiskinan Jawa Tengah saat ini telah turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen. Namun, penurunan tersebut harus terus diikuti dengan program yang tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang masuk Desil 1 sampai Desil 4.

“Bantuan tidak sekadar diberikan, tetapi masyarakat akan melalui asesmen, pelatihan, dan pendampingan. Tujuannya agar bantuan yang diterima bisa berkembang menjadi usaha produktif dan meningkatkan pendapatan keluarga,” papar Taj Yasin.

Baca Juga:  Rangkaian Upacara HUT Ke-81 RI, Disertai Penyerahan Penghargaan dan Bantuan Kepada Warga Pemalang

Ia menegaskan, bahwa pemuda harus dilibatkan sebagai pelaku aktif pembangunan. Melalui program Zilenial, pemuda mendapatkan akses pelatihan dan pengembangan keterampilan, termasuk membantu mempromosikan produk dan usaha masyarakat agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas, program ini juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, Baznas, OPD, mahasiswa, hingga masyarakat.

Taj Yasin berpesan, agar bantuan yang diterima masyarakat tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi dijaga dan dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang.

“Harapannya, masyarakat yang mendapatkan bantuan tidak hanya keluar dari kemiskinan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan mengajak masyarakat lain untuk maju bersama,” himbaunya.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mendorong agar pelaksanaan program di Kecamatan Belik tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi lokal dan akses pemasaran. Selanjutnya Ia meminta pemerintah daerah ikut memastikan infrastruktur dan akses menuju wilayah penerima program agar terus diperhatikan sehingga produk masyarakat dapat lebih mudah dipasarkan.

Baca Juga:  Bantuan DBHCHT telah Disalurkan Kepada Ribuan Penerima

Salah satu potensi yang disoroti adalah komoditas nanas. Masyarakat didorong tidak hanya menjual nanas dalam bentuk segar, tetapi mengolahnya menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan ekonomis.

“Kalau bisa, nanasnya jangan hanya dijual, tetapi diolah. Dulu sudah pernah ada pendampingan pengolahan nanas melalui Baznas, nanti coba dikawal lagi,” tandasnya.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah Syamsudin Isnaini menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor, untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin.

[SA.1\SM***]

Berita Terkait

Pemkab Pemalang Bahas Raperda APBD 2027 dan Langsung Disampaikan ke DPRD
Upaya Meningkatkan Transparansi, Akuntabilitas dan Mengoptimalkan PAD, Pemkab Pemalang Perkuat Elektronifikasi Transaksi Daerah Sampai 2029
Bantuan DBHCHT telah Disalurkan Kepada Ribuan Penerima
Rakor Keamanan Informasi, Plt Bupati Pemalang Perintahkan Gerakan Disiplin
Utamakan Pelayanan Masyarakat, Perubahan APBD 2026 Sesuai Ketentuan Hukum Yang Berlaku
Viral…!! Ribuan Loong Max Kawal Hasan Bisri Daftar Pilkades
Wujudkan Pelayanan Kepada Masyarakat, Pemkab Pemalang Lakukan Perubahan APBD
Rangkaian Upacara HUT Ke-81 RI, Disertai Penyerahan Penghargaan dan Bantuan Kepada Warga Pemalang
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:24 WIB

Ribuan Massa Tumpah ke Jalan, Indra Ade Himawan Mendaftar

Jumat, 4 September 2026 - 19:40 WIB

IPAL SPPG Beji 002 Dipertanyakan, Limbah Diduga Mengalir Ke Saluran Irigasi Sawah Petani

Rabu, 2 September 2026 - 07:03 WIB

Lokasi Dapur SPPG Purwoharjo 04 Comal Dekat Gudang Pupuk dan Obat Pertanian

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Telur Lalat di Tempe Bacem MBG ?! Dugaan Kelalaian Harus Ditindaklanjuti

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:27 WIB

PN Pulang Pisau Resmi Lantik Wakil Ketua Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Demo di Depan Gedung DPR Berujung Ricuh, Massa Sempat Lakukan Pembakaran

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Kepala BGN Harus Tahu, Kesehatan Warga Terancam, Tiap Hari Hirup Bau Menyengat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Setelah Viral, SPPG MBG 02 Loning Dicek Langsung Muspika Petarukan

Berita Terbaru