RN, Pemalang Jateng – Fenomena terkelupasnya aspal jalan di Dukuh manis Desa Pakembaran Kecamatan Warungpring, sempat membuat geger warga sekitar.
Pasalnya, aspal jalan tersebut baru saja beberapa hari yang lalu selesai dikerjakan. Hal itu, menimbulkan pro dan kontra di masyarakat sekitar.
“Namun sangat saya sayangkan pelaksanaannya saya yakin tidak memenuhi spek, mengingat pengaspalan itu konstruksinya harus ada batu pecah, split, 32, 23, satu-satu dan seterusnya. Namun dalam pelaksanaan itu hanya menggunakan krosok limbah pasir ayak, tanpa ada kiciran aspal perekat sedikitpun dibawah. Membawa aspal empat drum hanya untuk membuat perekat sensit diatas setelah ditebar nol lima baru dikicir aspal,” papar Sumadi, warga sekitar sebagai penerima manfaat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang sangat saya sayangkan, pemerintah Desa itu sendiri selaku pengguna anggaran atau pengelola anggaran itu tidak nongol tidak ada yang ngawasi,” tambah Sumadi yang saat itu bersama Yanto.
Bahkan lebih ekstrim lagi, Sumadi menduga adanya aliran uang yang tidak semestinya.
“Kalau saya menduga, disitu ada finisial [mungkin maksudnya adalah finansial] yang masuk pemerintah Desa, saya yakin itu sebab sangat tidak mungkin rekanan itu datang dengan cuma-cuma ya, dengan enaknya mendapatkan pekerjaan kalau tidak ada apa finisial yang masuk ke pihak pemberi pekerjaan,” ungkapnya.
“Saya siap memberikan penjelasan apabila ada pihak-pihak yang kurang puas maka saya siap memberikan keterangan,” tutupnya dengan nada tegas.

Lain halnya dengan Heri Saputra, yang merasa senang dan bahagia, karena jalan yang sering dilaluinya telah halus dan mulus.
“Kemarin pas lewat halus cuman sekarang ternyata….. Belum lama ini hujan gede ya, kemarin akhirnya air dari saluran itu tidak muat sehingga mengikis aspal yang sudah dipasang. Ya harapan kami sebagai masyarakat karena ini masih ditahun 2025 masih tahun perbaikan dengan harapan itu diripet lagi. Itu sangat bermanfaat sekali buat saya masyarakat mas,” beber pedagang telur asin, warga Pakembaran.
Disisi lain, saat tim wartawan sempat bertemu dan wawancara dengan Fatkhudin, selaku kepala Desa Pakembaran.
Sang Kepala Desa, tidak banyak menjelaskan secara teknis, karena dia mengaku tidak paham secara teknis mengenai pekerjaan atau proyek pengaspalan.
“Yaa yang pasti kita kepenginnya ya nggak ada kejadian kayak gitu ya. Dan ternyata setelah saya cek itu kan ada air dari perkampungan yang masuk ke area itu, karena kapasitas gorong-gorong ada sumbatan air,” Jawabnya singkat, selasa [02\12].
“Tapikan setelah dapat informasi ya biar segera diperbaiki,” imbuh kades PAW [Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu] tersebut.
Untuk dapat diketahui, sesuai dengan yang tertera di papan informasi adalah sebagai berikut.
1. Jenis kegiatan adalah pengaspalan jalan
2. Lokasi di Dusun Manis RT.02, 03, 04 RW.01
3. Volume adalah 340 x 2,5 M x 0,02 M
4. Total anggaran Rp.150 juta
5. Sumber Dana dari Bantuan Gubernur tahun anggaran 2025
6. Pelaksana adalah TPK [Tim Pelaksana Kegiatan] Desa Pakembaran tahun anggaran 2025
[TimRN]
















