RN, Pemalang Jateng – Setelah terjadinya berbagai polemik di Desa Semingkir Kecamatan Randudongkal, saat ini muncul lagi warga yang menyoroti persoalan pertambangan atau galian C dan juga pengurus dana CSR [Corporate Social Responsibility].
Sebagian warga kecewa, dengan adanya pengurus dana CSR yang dianggap tidak becus dan kurang transparan. Mereka menduga, anggaran CSR yang mencapai sekitar Rp.600 jutaan, terkesan menguap begitu saja dan belum jelas rimbanya.
“Harapannya untuk diperbaiki tata cara pengeluaran dan pemasukan uang [CSR], biar jelas untuk masyarakat Semingkir,” ungkap Harto, rabu [06\08\25].
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dan yang lebih penting adalah laporan penggunaan itu tertata dan ada seandainya, tertulis dengan rapi karena hanya jangan digunakan tapi tidak ada laporannya,” sambung Saeful Mutakin.
Masih dilokasi dan waktu yang sama, salah seorang warga lainnya menimpali yang pada intinya, mereka mengharapkan agar penggunaan dana CSR transparan, tepat sasaran, kemudian kepengurusan yang selama ini berjalan dirombak dan segera diganti.
“Kepada pemerintah Desa Semingkir yang terhormat, dimohon untuk sekiranya perombakan untuk pengelolaan CSR untuk segera di reshuffle semuanya,” Timpal Aidin.
Pantauan awak media saat dilokasi, adanya rembug warga, yang bertempat di halaman warung milik Siswoyo, sepertinya mereka sudah tidak percaya dan kecewa dengan kepemimpinan kepala Desa yang sekarang ini. Sehingga muncul beberapa polemik dan gejolak dikalangan masyarakat Semingkir.
Disisi lain, rotasinews.com mencoba menghubungi Imam Purkendi, selaku kepala Desa Semingkir. Namun ironisnya, hingga berita ini dinaikkan yang bersangkutan belum memberikan komentar dan jawaban apapun.
[SA.1]


















