RN-Jateng. Jelang akhir pekan ke III pada Juni 2025 tepatnya pada 19/6/25. Truk-truk dihiasi spanduk bertuliskan penolakan terhadap RUU ODOL (Over Dimension Over Loading). Aparat TNI-Polri di setiap sudut kota dikerahkan untuk mengurai kemacetan dan menjaga situasi.Aksi penolakan terhadap RUU ODOL bergema serentak di berbagai daerah.
Sejauh pantauan awak media, aksi ini menyoroti kebijakan ODOL yang akan diberlakukan penuh mulai 2026. Hal inilah yang memantik para sopir untuk berunjuk rasa. Para penggiat platform dunia maya pun ikut menyemarakan berita terkait unjuk rasa para sopir. Para penggiat platform dumay (dunia maya/red.) berseliweran dengan keahliannya masing-masing dalam mengolah bahasa dan tampilan visualnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada yang menggelitik dari salah satu platform dumay yang menayangkan tulisan dipampang di sisi bak truk peserta unjuk rasa “KALAU SUPIR TIDAK BEKERJA MBA LC AKAN MAKAN APA ??? #TOLAK ODOL”. Dari tulisan diatas menimbulkan konotasi yang berbeda- beda hingga dapat menimbulkan multi tafsir dari para penggiat platform dumay. Karena menurut uraian Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) LC juga bisa merujuk pada “Lady Companion”, yaitu seseorang wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu atau pendamping di tempat karaoke,
biasanya bernyanyi bersama, dan menciptakan suasana yang menyenangkan.
Para penggiat platform dumay saling bersahutan dalam kolom komentar. Apakah bila RUU ‘ODOL’ tidak diberlakukan tahun depan, berarti pembayaran sanksi denda yang semestinya masuk ke Negara menjadi masuk ke periuk nasi para Mba LC. Karena disinyalir mba LC adalah pelabuhan terakhir bila para sopir sudah mengalami kepenatan sehabis seharian bekerja menginjak pedal gas, kopling dan rem, yang dijadikan ikon untuk saling sapa antar sopir “Salam Tiga Pedal”. Patut dinantikan bersama mana yang lebih unggul RUU ODOL atau MBA ‘LC’
















